
Pemerintah Tingkatkan Bedah Rumah dan Dukung UMKM
15 menit yang lalu
Meutya menyoroti tekanan kerja wartawan dan mendorong perusahaan media menyediakan pendampingan serta waktu pemulihan.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak wartawan menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus informasi. Ia menilai pekerjaan jurnalistik dapat membuat wartawan rentan mengalami gangguan kesehatan mental.
Meutya menyampaikan hal itu dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (26/10/2026). Ia mengatakan wartawan setiap hari menyerap berbagai informasi dan peristiwa.
Menurut Meutya, tantangan jurnalisme digital tidak hanya menyangkut kecepatan dan ketepatan informasi, tetapi juga tekanan pekerjaan. Tuntutan menghasilkan berita cepat dan menarik perhatian publik berlangsung di tengah maraknya misinformasi.
Ia mencontohkan wartawan yang baru menyelesaikan peliputan berat, terutama di daerah konflik, perlu mendapat waktu untuk memulihkan kondisi psikologis. Perusahaan media, menurutnya, berperan menyediakan ruang pemulihan dan pendampingan setelah penugasan berisiko.
Meutya juga mendorong perusahaan media melakukan evaluasi setelah penugasan yang berpotensi menimbulkan tekanan psikologis. Ia mengatakan wartawan perlu mengenali batas kemampuan dan menyampaikan ketika membutuhkan jeda.
Dalam laporan yang sama, Meutya menyoroti dilema antara menghasilkan berita faktual dan mengejar viralitas. Ia meminta perusahaan media memperkuat pedoman kerja serta membimbing wartawan agar tetap berpegang pada kode etik jurnalistik.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah memperluas perhatian terhadap kesehatan mental melalui skrining. Pemeriksaan pada tahun sebelumnya menjangkau sekitar 70 juta orang, dengan sekitar tujuh juta orang tercatat memiliki indikasi gangguan kesehatan mental yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Budi mengatakan Kementerian Kesehatan menyiapkan penanganan berjenjang dari puskesmas hingga rumah sakit, serta menekankan pentingnya deteksi dini. Melalui program Cek Kesehatan Gratis yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, masyarakat diharapkan terbiasa memeriksakan kesehatan dan memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.