
Banjir di Aceh Barat Surut Sepenuhnya
12 menit yang lalu
Lim Chu Chong menyebut ekosistem pendukung dan proyek yang layak penting untuk menarik investasi terkait kecerdasan buatan.
Terbit · 1 min read

Presiden Direktur Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong menilai pengembangan ekosistem kecerdasan buatan di Indonesia berpeluang menarik investasi besar. Menurut laporan CNBC Indonesia, ia menyampaikan pandangan tersebut dalam acara Coffee Morning bertajuk “Melampaui Adopsi AI: Apa Peran Indonesia dalam Ekonomi AI?”
Acara itu berlangsung pada Selasa (3/11/2026). Laporan CNBC Indonesia menyebut Lim membahas potensi kecerdasan buatan di Indonesia, tetapi tidak merinci lokasi acara.
Lim mengatakan Indonesia memiliki pasar domestik yang besar dan ekonomi digital yang terus berkembang. Menurutnya, makin banyak pelaku bisnis mengadopsi kecerdasan buatan, sehingga permintaan terhadap pusat data, kapasitas komputasi, dan infrastruktur pendukung diperkirakan meningkat.
Ia menyampaikan bahwa peluang Indonesia tidak hanya mencakup adopsi kecerdasan buatan, tetapi juga peran yang lebih besar dalam ekonomi yang dibentuk oleh teknologi tersebut. Untuk mendukung peluang itu, Lim menyebut perlunya pasokan energi yang andal, air yang memadai, konektivitas kuat, tenaga terampil, keamanan, dan modal.
Lim juga menekankan pentingnya proyek yang layak secara komersial dan dapat menarik investasi. Menurutnya, investor dan pemberi pinjaman membutuhkan permintaan yang jelas, pelaksanaan yang kredibel, pasokan energi andal, arus kas yang baik, serta regulasi konsisten untuk menjaga investasi jangka panjang.
Ia menyebut prinsip-prinsip tersebut perlu diperkuat agar investasi terkait kecerdasan buatan di Indonesia meningkat. Laporan CNBC Indonesia tidak menyertakan nilai investasi atau perkiraan waktu realisasinya.
Lim mengatakan DBS Indonesia bekerja sama dengan pelaku bisnis untuk mengevaluasi peluang, menyusun skema pembiayaan, serta menghubungkan usaha dengan mitra dan modal di Asia. Ia juga menyatakan penyaluran kredit bank ke sektor tersebut tumbuh konsisten selama dua tahun terakhir dan DBS Indonesia terbuka untuk kerja sama bisnis lebih lanjut.