
Gilgeous-Alexander Bawa Thunder Tekuk Cavaliers
14 menit yang lalu
PDG berencana memperluas penggunaan HVO untuk mengurangi emisi dari generator cadangan pusat data.
Terbit · 1 min read

Princeton Digital Group (PDG), pengembang dan operator pusat data, berencana memperluas penggunaan bahan bakar nabati HVO di seluruh operasionalnya di Indonesia untuk menekan emisi karbon. Rencana itu disampaikan Group Head of Energy and Environment PDG Michael Martin dalam wawancara tertulis dengan ANTARA pada Selasa (3/11/2026).
Menurut laporan ANTARA, Indonesia menjadi pasar pertama dalam portofolio global PDG yang menerapkan HVO melalui kemitraan dengan PT Pertamina Patra Niaga. Kemitraan strategis tersebut ditandatangani pada September 2025.
Martin mengatakan penggunaan HVO diperluas secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan bakar, kesiapan operasional, dan kinerja berkelanjutan. Ia menyebut uji coba menunjukkan HVO dapat menggantikan bahan bakar diesel pada generator cadangan tanpa modifikasi mesin atau tambahan infrastruktur.
Menurut laporan yang sama, Martin mengatakan kinerja generator tetap stabil selama uji coba. Hasil itu, menurutnya, memberi keyakinan kepada perusahaan untuk meningkatkan penggunaan HVO sebagai salah satu cara mengurangi emisi dari pembangkit listrik cadangan.
Martin mengakui harga HVO sekitar 10–15 persen lebih tinggi daripada diesel berbasis fosil. Namun, ia mengatakan tambahan biaya tersebut masih dapat dikelola karena generator cadangan umumnya hanya digunakan untuk pengujian rutin dan saat jaringan listrik terganggu.
Ia menjelaskan biaya bahan bakar mencakup bagian yang relatif kecil dari keseluruhan biaya operasional pusat data. PDG juga menjajaki sumber energi terbarukan lain, termasuk panas bumi dan tenaga surya, untuk memenuhi kebutuhan listrik pusat datanya.
Martin menyebut operasional PDG di Indonesia didukung sertifikat atribut energi yang merepresentasikan listrik dari pembangkit panas bumi Kamojang. Perusahaan juga memanfaatkan energi biomassa melalui kemitraan dengan PT Cikarang Listrindo di kampus pusat data Cibitung; ia mengatakan peningkatan penggunaan energi bersih tetap menjadi prioritas perusahaan.