
Program Keadilan Restoratif Surabaya Libatkan Liponsos
12 menit yang lalu
Mendiktisaintek berencana memperkuat materi ekonomi kreatif dalam pembelajaran kewirausahaan mahasiswa.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa penguasaan sains dan teknologi merupakan satu elemen penting untuk menopang lompatan ekonomi Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi, sedangkan ekonomi kreatif merupakan elemen penting lainnya. Pandangan itu sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikan Brian dalam keterangan di Jakarta, Senin (26/10/2026). Ketua Dewan Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) itu menggarisbawahi bahwa ekonomi kreatif bukan sekadar sektor pelengkap, melainkan bagian penting dari pembangunan ekonomi yang perlu dikembangkan secara nyata.
"Ada dua hal yang bisa menopang lompatan ekonomi, yang pertama adalah penguasaan sains dan teknologi, yang kedua adalah ekonomi kreatif," katanya.
Brian juga mengapresiasi inisiatif Gekrafs Kampus yang menurut laporan yang sama telah berkembang di lebih dari 20 perguruan tinggi. Menurutnya, ekosistem ini dapat membantu mahasiswa mengembangkan kreativitas secara lebih terarah sekaligus memperkuat keterkaitannya dengan sains dan teknologi.
"Jadi ini akan membuat kreativitas adik-adik kita mahasiswa menjadi lebih terarah, jadi lebih berbarengan dengan penguasaan sains dan teknologi," ujar dia.
Mendiktisaintek menyampaikan rencana memperkuat materi ekonomi kreatif dalam pembelajaran kewirausahaan yang diberikan kepada mahasiswa lintas program studi, baik STEM maupun non-STEM. Pada 2027, Kemdiktisaintek juga merencanakan kompetisi karya ekonomi kreatif dari perguruan tinggi, dengan peluang untuk menampilkan karya mahasiswa.
"Kita akan memasukkan ekonomi kreatif, ke dalam salah satu kurikulum di kampus-kampus kita," ucap dia.
Brian mencontohkan Pixar di industri animasi dan BTS di industri musik sebagai gambaran potensi ekonomi dari karya kreatif. Ia menyebut perpaduan kreativitas dan penguasaan teknologi dapat mendorong lahirnya karya besar anak bangsa.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan hal senada dan menekankan pentingnya penguatan ekosistem yang mendukung pertumbuhan pelaku dan karya ekonomi kreatif. Menurut laporan yang sama, dukungan tersebut mencakup akses terhadap teknologi dan infrastruktur digital, kolaborasi berkelanjutan, remunerasi yang adil, serta akses pendanaan dan investasi.