
Harga Emas Antam Stabil Rp2.540.000 per Gram
10 menit yang lalu
Luka lama sembuh, kesemutan, penglihatan kabur, dan infeksi berulang termasuk beberapa tanda yang perlu diperiksa.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, kadar gula darah tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas, terutama pada tahap awal. Karena berkembang perlahan, seseorang terkadang baru mengetahui kondisinya setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.
Menurut laporan yang sama, glukosa merupakan sumber energi utama tubuh dan insulin membantu glukosa masuk ke dalam sel. Bila tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakannya secara efektif, glukosa bisa menumpuk di dalam darah.
Laporan tersebut menguraikan beberapa tanda gula darah tinggi, bukan daftar lengkap gejalanya. Salah satu tanda yang disebut adalah luka yang lebih lama sembuh. Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi pembuluh darah dan saraf serta kemampuan tubuh melawan infeksi.
Luka yang tidak kunjung membaik, kemerahan yang meluas, pembengkakan, atau cairan dari luka perlu diperhatikan. Luka di kaki memerlukan perhatian khusus pada penderita diabetes karena dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Kesemutan atau mati rasa yang berulang dan berlangsung lama juga perlu diperiksa. Kerusakan saraf akibat gula darah tinggi yang tidak terkontrol dikenal sebagai neuropati diabetik, dengan keluhan berupa rasa terbakar, nyeri, atau berkurangnya kemampuan merasakan sentuhan, terutama pada kaki dan tangan.
Penglihatan yang berubah-ubah atau kabur dapat berkaitan dengan perubahan kadar glukosa yang memengaruhi keseimbangan cairan pada jaringan mata, termasuk lensa. Bila terjadi mendadak, terutama disertai kehilangan penglihatan atau nyeri mata, laporan tersebut menyarankan untuk segera mencari pertolongan medis.
Infeksi yang berulang, seperti infeksi kulit, saluran kemih, atau jamur, juga bisa menjadi petunjuk karena glukosa tinggi dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Namun, infeksi berulang tidak otomatis menandakan diabetes, dan pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui penyebabnya.
Laporan itu mengutip National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) bahwa gejala diabetes tipe 2 dapat berkembang perlahan selama bertahun-tahun. Karena itu, tidak adanya gejala bukan jaminan kadar gula darah normal, terutama bagi orang dengan faktor risiko seperti berat badan berlebih, riwayat keluarga diabetes, kurang aktivitas fisik, atau pernah mengalami diabetes gestasional.