
Harga Emas Antam Stabil Rp2.540.000 per Gram
10 menit yang lalu
Pelari setengah maraton JRF 2026 menerobos barikade batas waktu; Pramono meminta peserta mematuhi aturan.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, sejumlah pelari kategori lari setengah maraton (21,1 km) Jakarta Running Festival (JRF) 2026 menerobos hingga merobohkan barikade pembatas di titik batas waktu (COP) pada 23 Oktober 2026. Ajang tersebut berstatus Gold Label.
Ketegangan terjadi di titik batas waktu pertama (COP 1) pada kilometer 10,5 saat petugas pengamanan rute mulai membentangkan barikade pada pukul 06.30 WIB. Barikade dipasang untuk menghentikan peserta yang belum melewati batas waktu operasional sterilisasi jalan umum.
Pelari yang tertahan disebut mengabaikan instruksi petugas dan tetap melanjutkan lari berdasarkan kalkulasi waktu bersih pribadi menuju garis finis. Aksi itu menyebar di media sosial dan memicu perdebatan antara peserta yang merasa kurang mendapat edukasi tentang perbedaan waktu bersih dan waktu sejak start dengan pegiat olahraga yang menyoroti protokol keselamatan medis serta jadwal pembukaan kembali jalan umum.
Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa peserta sepatutnya mematuhi batas waktu yang ditetapkan penyelenggara. Ia mengatakan aturan kategori setengah maraton berstatus Gold Label itu ketat dan bukan dibuat oleh panitia, melainkan merupakan ketentuan Gold Label. Pramono menyampaikan hal tersebut saat pelepasan bendera Jakarta Marathon 2026 di Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Menurut Pramono, ketentuan tersebut bagian dari standar kompetisi yang harus dipenuhi dalam ajang olahraga resmi. Ia menilai kepatuhan seluruh peserta penting untuk menjaga ketertiban dan kualitas ajang berkelas dunia di Ibu Kota.
Pramono juga menjadi peserta kategori lari 10 kilometer (10K) JRF dan mengaku diberi tahu bahwa batas waktunya dua jam. Ia mengatakan berusaha mengejar batas waktu tersebut. Ia menuntaskan lari dalam satu jam 49 menit, belum melampaui rekor pribadinya, yaitu satu jam 32 menit.
Menurut laporan yang sama, Gold Label adalah predikat kualitas tertinggi dari World Athletics bagi ajang lari maraton atau setengah maraton. Ribuan peserta lari setengah maraton JRF dibagi ke dalam area pelepasan A hingga D berdasarkan perkiraan kecepatan atau catatan waktu acuan, lalu dilepas bertahap dengan selisih beberapa menit antararea.
Batas waktu (COP) adalah batas yang harus dipenuhi peserta pada kilometer tertentu sepanjang rute. Finis di bawah batas waktu total (COT) tidak berarti bila pelari sudah tereliminasi di salah satu titik batas waktu, sehingga peserta di area pelepasan belakang perlu menghitung selisih waktu pelepasan terhadap waktu sejak start utama.
Menurut laporan tersebut, ketika sebuah titik batas waktu ditutup, pengawalan medis, pos penyegaran, dan sterilisasi jalan dari kendaraan umum berakhir. Karena itu, penghentian peserta di titik tersebut disebut dilakukan demi keselamatan pelari dan pengembalian fungsi jalan bagi masyarakat.