
Narendra Jatna Paparkan Risiko Mekanisme NCB
9 menit yang lalu
Ekspor enam pelaku usaha Blora hingga triwulan ketiga didominasi mebel jati dan briket batok kelapa.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Kabupaten Blora mencatat nilai ekspor produk unggulan sebesar Rp70,04 miliar atau setara 3,9 juta dolar AS hingga triwulan ketiga 2026. Menurut laporan ANTARA, nilai tersebut berasal dari enam pelaku usaha di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Blora Kiswoyo menyampaikan keterangan itu di Blora, Selasa (3/11/2026). Laporan tersebut menyebut ekspor didominasi mebel berbahan kayu jati dan briket arang dari batok kelapa.
Produk Blora itu dipasarkan ke sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Lebanon, Turki, negara-negara Eropa, dan sejumlah negara Arab. Laporan yang sama menyebut mebel jati diminati pasar luar negeri, sedangkan briket digunakan untuk kebutuhan seperti bahan bakar barbeku, penghangat ruangan, dan rokok.
Nilai ekspor hingga triwulan II 2026 tercatat sekitar Rp40,98 miliar atau 2,4 juta dolar AS. Pada triwulan ketiga, nilainya menjadi Rp70,04 miliar, naik sekitar Rp29,06 miliar atau 70,9 persen dibandingkan capaian hingga triwulan II.
Pada triwulan I 2026, nilai ekspor tercatat 1,4 juta dolar AS atau sekitar Rp23,81 miliar. ANTARA melaporkan angka itu meningkat 75,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika nilainya 795.809 dolar AS atau sekitar Rp13,06 miliar.
Kiswoyo mengatakan capaian tersebut menunjukkan potensi dan daya saing produk pelaku usaha lokal untuk memasuki pasar internasional. Ia juga menyebut peningkatan ekspor sebagai salah satu indikator positif bagi perkembangan produk unggulan daerah.
Kiswoyo berharap peningkatan aktivitas ekspor dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas pasar produk lokal, dan membuka peluang kerja bagi masyarakat Blora. Ia juga berharap lebih banyak pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas serta daya saing produk agar dapat mengikuti jejak enam usaha yang telah menembus pasar internasional.