
Janice Tjen Lolos ke Final Chennai Open 2026
16 menit yang lalu
Forum di Brussel membahas peluang kerja sama dan mencatat penandatanganan MoU pengembangan teknologi baterai.
Terbit · 2 min read

Indonesia dan Uni Eropa membahas peluang perdagangan dan investasi dalam Indonesia–EU Business Forum 2026 di Brussel, Belgia. Menurut laporan ANTARA, forum itu mendorong realisasi kemitraan ekonomi yang memberi manfaat bagi kedua pihak.
Forum berlangsung Jumat (6/11/2026) dan diselenggarakan bersama oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Brussel dan The Brussels Times. Acara tersebut diikuti lebih dari 200 pembuat kebijakan, pemimpin dunia usaha, investor, dan pakar industri.
Forum bertema “Trade. Investment. Partnership” itu memanfaatkan momentum Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA). Pembahasannya mencakup peluang kerja sama perdagangan dan investasi.
Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa Andy Rachmianto mengatakan IEU-CEPA perlu menghasilkan manfaat ekonomi nyata. Dalam keterangan yang disampaikan Sabtu (7/11/2026), ia berkata, “Kita telah menghabiskan hampir sepuluh tahun untuk merundingkan berbagai ketentuan dari kemitraan ini. Kini saatnya kita menunjukkan hasil nyata yang dapat dicapai melalui kemitraan tersebut.”
Komisioner Eropa untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Hewan Olivér Várhelyi menyatakan Eropa siap memperluas kerja sama ekonomi dengan Indonesia. Ia mengatakan, “Eropa siap menghadirkan investasi, inovasi, dan keahlian untuk membangun hubungan ekonomi yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.”
Tiga sesi diskusi panel membahas energi bersih, teknologi digital, transportasi berkelanjutan, konektivitas, dan industri maju. Menurut laporan yang sama, kapasitas industri Indonesia dan keunggulan teknologi Eropa dinilai membuka peluang kolaborasi di sektor-sektor tersebut.
Salah satu hasil forum ialah penandatanganan nota kesepahaman antara Indonesia Battery Corporation dan perusahaan Belgia Avesta Holding NV. Kerja sama itu berfokus pada pengembangan teknologi baterai berkeadaan padat dan sistem penyimpanan energi.
Kesepakatan tersebut diarahkan pada pengembangan bersama kekayaan intelektual dan komersialisasi teknologi baterai berkeadaan padat generasi terbaru. Pada sesi penutupan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani memaparkan upaya pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi, memperkuat regulasi, dan memberi kepastian hukum bagi investor internasional.
Forum juga memfasilitasi pertemuan bisnis langsung antara perusahaan Indonesia dan Eropa untuk menjajaki kemitraan. Acara tersebut turut menampilkan seni dan budaya Indonesia serta kuliner Nusantara di Brussel.