
Forum Indonesia-UE Bahas Investasi Strategis
15 menit yang lalu
Penghitungan suara khusus masih menentukan hasil akhir dan pembentukan pemerintahan Selandia Baru.
Terbit · 1 min read

Pemilu Selandia Baru belum menghasilkan pemenang yang jelas pada Sabtu (7/11/2026), sementara pembentukan pemerintahan berikutnya menunggu penghitungan suara khusus. Menurut laporan ANTARA, sekitar 300.000 suara tersebut belum selesai dihitung.
Pemimpin Partai Nasional sekaligus Perdana Menteri Christopher Luxon mengatakan partainya memiliki “jalan untuk membentuk pemerintahan berikutnya, tetapi persaingannya terlalu ketat untuk dipastikan”. ANTARA mengutip Radio New Zealand yang menyebut sekitar 300.000 suara khusus masih harus dihitung untuk menentukan hasil akhir.
Suara khusus diberikan kepada pemilih yang tidak tercantum dalam daftar pemilih di tempat pemungutan suara, terdaftar dalam daftar yang tidak dipublikasikan, memberikan suara dari luar negeri, atau tidak dapat mengakses tempat pemungutan suara.
Partai Nasional dan Partai Buruh sama-sama belum meraih 30 persen suara partai, dengan selisih hanya beberapa ribu suara. Partai Buruh memperoleh 29,4 persen atau 710.330 suara, sedangkan Partai Nasional mendapatkan 29,2 persen atau 706.680 suara.
Dalam perolehan kursi, Partai Nasional memenangkan 42 kursi dan Partai Buruh memperoleh 36 kursi. Laporan ANTARA menyebut partai atau koalisi memerlukan sedikitnya 66 kursi untuk mengamankan mayoritas di parlemen yang memiliki 120 kursi.
Komposisi parlemen diproyeksikan mendapat tambahan 11 kursi melalui mekanisme kursi berlebih. Mekanisme itu berlaku dalam sistem proporsional campuran ketika sebuah partai memenangkan lebih banyak kursi daerah pemilihan daripada yang sebanding dengan perolehan suara partainya secara nasional.
Koalisi pemerintahan yang dipimpin Luxon terdiri atas Partai Nasional, ACT New Zealand, dan New Zealand First. ACT memiliki 13 kursi, sedangkan New Zealand First memiliki 12 kursi.