
Kemenkes Ancam Sanksi RSUD soal SATUSEHAT
18 menit yang lalu
Program AS menawarkan hingga 20 juta dolar AS untuk informasi tentang program nuklir Iran.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Amerika Serikat menawarkan hadiah hingga 20 juta dolar AS bagi pihak yang memberikan informasi terkait program nuklir Iran melalui program Rewards for Justice milik Departemen Luar Negeri AS. Menurut laporan ANTARA, program itu mencari informasi tentang ilmuwan dan staf nuklir, teknologi, serta pihak yang terlibat.
Laporan ANTARA menyebut Departemen Luar Negeri AS menyampaikan tawaran tersebut melalui pernyataan di X pada Jumat (6/11/2026). Lokasi penyampaian tawaran tidak dijelaskan dalam laporan.
Hadiah itu disebut bernilai sekitar Rp362,3 miliar. Informasi yang dicari mencakup teknologi dan kemampuan terkait program nuklir Iran, serta organisasi dan personel yang terlibat.
Menurut laporan yang sama, Iran sebelumnya menyatakan tidak akan membahas program nuklirnya sebelum konflik dengan AS berakhir, blokade laut dicabut, dan sejumlah persyaratan lain dipenuhi.
Teheran juga menolak kemungkinan mengekspor uranium ke negara lain, menurut laporan ANTARA.
Laporan tersebut menyebut konflik antara Iran dan AS bermula setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap pihak lawan.
ANTARA melaporkan konflik kini mereda, tetapi perselisihan kedua pihak belum terselesaikan dan risiko pertempuran kembali terjadi masih ada. Tahun untuk tanggal 28 Februari tidak disebutkan dalam laporan.