
Bank Raya Catat Laba Rp21 Miliar pada Kuartal Ketiga
14 menit yang lalu
Harga melemah setelah naik sehari sebelumnya, sementara permintaan di China mulai menunjukkan tanda stabilisasi.
Terbit · 1 min read

Harga batu bara turun 1,44 persen menjadi US$150,35 per ton pada perdagangan Kamis (29/10/2026), menurut laporan CNBC Indonesia yang merujuk data Refinitiv. Penurunan terjadi sehari setelah harga naik 1,33 persen.
Harga tersebut merupakan harga penutupan perdagangan pada Kamis (29/10/2026). Laporan itu juga membahas tekanan pasar China serta pengaruhnya terhadap penawaran batu bara Indonesia.
Di pasar China, penawaran dalam tender impor melemah ketika pedagang berupaya melepas persediaan dan merealisasikan keuntungan. Perusahaan listrik cenderung menunda pembelian di tengah permintaan yang melemah secara musiman.
Pada saat yang sama, produsen batu bara luar negeri belum bersedia memangkas harga secara signifikan. Keterbatasan pasokan dan tingginya biaya pengangkutan mendorong penjual mempertahankan harga penawaran.
Penawaran batu bara Indonesia berkalori 3.800 kcal/kg NAR sebelumnya berada di sekitar US$82 per ton FOB, sedangkan transaksi dilaporkan berkisar US$81-81,5 per ton. Laporan yang sama menyebut tekanan pasar China turut memengaruhi batu bara Indonesia.
Meski pasar masih tertekan, harga batu bara termal di pelabuhan utara China mulai menunjukkan tanda stabilisasi pada Kamis (29/10/2026). Mengutip Sxcoal, CNBC Indonesia melaporkan pembeli kembali mencari batu bara berharga murah, terutama untuk kargo yang dijadwalkan dikirim pada pekan berikutnya.
Aktivitas pemesanan kapal juga meningkat, menjadi sinyal awal pulihnya transaksi di pasar China. Namun, pemulihan harga belum sepenuhnya kuat karena penawaran tender impor melemah dan perusahaan listrik masih menahan pembelian.
Ruang penurunan harga lebih lanjut berpotensi terbatas oleh produksi dan logistik batu bara Indonesia yang belum pulih sepenuhnya serta hambatan pengapalan dari Australia. Dinamika pasar China menjadi perhatian bagi Indonesia karena negara itu merupakan salah satu tujuan utama ekspor batu bara nasional.