
Kadis PMD Minahasa Larang Pungutan Liar
15 menit yang lalu
Hashim menyebut rasio utang Indonesia sekitar 40 persen dari PDB dan menilai fundamental ekonomi kuat.
Terbit · 1 min read

Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Sujono Djojohadikusumo membantah anggapan bahwa Indonesia dibebani utang berat. Menurut laporan CNBC Indonesia, ia menyebut banyak informasi tentang utang negara yang beredar di media sosial tidak benar.
Hashim menyampaikan hal itu dalam Rapat Pimpinan Nasional Kadin pada Kamis (29/10/2026). Ia menyinggung pandangan sebagian pihak yang menilai masa depan Indonesia suram akibat beban utang.
“Banyak yang persoalkan utang negara Indonesia gelap karena Indonesia dibebani utang, ternyata itu bohong,” kata Hashim. Ia kemudian mengatakan, “Maaf ya, di media sosial itu banyak bohong,” sebagaimana dikutip CNBC Indonesia.
Hashim mengutip data Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang, menurutnya, menunjukkan rasio utang Indonesia sekitar 40 persen dari produk domestik bruto (PDB). Ia membandingkannya dengan Malaysia 61 persen, Vietnam 57 persen, Thailand 54 persen, Amerika Serikat 120 persen, Jepang 250 persen, dan China 268 persen.
Menurut laporan yang sama, Hashim menyatakan angka sekitar 40 hingga 41 persen itu mencakup utang pemerintah dan swasta. “Menurut IMF dan Bank Dunia, utang negara kita termasuk yang paling rendah di dunia,” katanya.
Hashim menilai fundamental ekonomi Indonesia kuat, tetapi pencapaian itu belum banyak diketahui publik. Ia mencontohkan swasembada pangan yang, menurutnya, tercapai tiga tahun lebih cepat dari target.
“Ini suatu pencapaian prestasi yang banyak orang tidak tahu. Banyak orang asing relasi saya tidak tahu bahwa sebetulnya fundamental kita kuat,” ujar Hashim. Ia meminta pelaku usaha memandang prospek Indonesia dengan optimistis dan mengatakan, “Indonesia tidak gelap. Indonesia terang.”