
KP2MI dan PERMABUDHI Jajaki Kerja Sama
8 menit yang lalu
Gangguan jaringan perpipaan berdampak pada jutaan warga, sementara pemerintah merencanakan proyek energi surya untuk mendukung pasokan air di Havana.
Terbit · 1 min read

Lebih dari 2,6 juta warga Kuba terdampak gangguan jaringan air perpipaan, menurut laporan ANTARA yang mengutip keterangan Presiden Institut Sumber Daya Hidrolik Nasional Kuba Antonio Rodriguez.
Rodriguez menyampaikan angka tersebut pada Rabu (4/11/2026) dalam program radio yang dipandu Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel dan disiarkan Radio Rebelde di Havana. Data yang disampaikan merujuk kondisi hingga Selasa (3/11/2026).
Rodriguez mengatakan 2.681.770 penduduk terdampak. Sebanyak 25 persen gangguan, menurut dia, disebabkan masalah pada peralatan pemompaan air.
Di Havana, 536.000 orang terdampak, jumlah tertinggi di antara provinsi-provinsi di Kuba, kata Rodriguez.
Untuk mengatasi masalah di ibu kota, pemerintah berencana membangun 10 pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas gabungan 200 megawatt. Proyek itu juga mencakup sistem penyimpanan energi untuk mendukung tiga sumber pasokan air Havana.
Rodriguez mengatakan proyek tersebut dijadwalkan rampung pada Agustus 2027. Berbagai upaya, menurut dia, sedang dilakukan untuk mempercepat penyelesaiannya.
Diaz-Canel menyebut infrastruktur yang menua, pemeliharaan yang tidak memadai, dan krisis energi sebagai penyebab masalah. Krisis energi membatasi ketersediaan bahan bakar untuk memompa air dan menghasilkan listrik.
Diaz-Canel juga menyebut embargo perdagangan Amerika Serikat sebagai faktor utama yang berkontribusi terhadap krisis. Pemerintah Kuba bermaksud menyusun program komprehensif untuk memulihkan jaringan dan sistem pemompaan agar pasokan air tidak terlalu bergantung pada tenaga listrik.