
HSI Nilai KDMP dan KNMP Strategis bagi Warga
15 menit yang lalu
Ibrahim memproyeksikan harga emas melampaui 5 ribu dolar AS per troy ounce di tengah ketidakpastian global.
Terbit · 1 min read

Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuabi memperkirakan harga emas dunia akan melonjak hingga di atas 5 ribu dolar AS per troy ounce. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan proyeksi itu di Jakarta.
Dalam acara Traze Open House, Ibrahim mengatakan pada Kamis (29/10/2026), “Saya optimis bahwa emas dunia akan terus melonjak, bahkan akan di atas 5 ribu.”
Laporan ANTARA menyebut konflik berkepanjangan di Asia Barat atau Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel, Hamas, Yaman, dan Iran sebelumnya mendorong kenaikan harga emas.
Menurut laporan yang sama, situasi berubah setelah intervensi militer AS ke Iran memicu blokade Selat Hormuz. Peristiwa itu disebut turut mendongkrak harga minyak mentah dunia serta meningkatkan biaya transportasi dan logistik global.
Laporan ANTARA juga menyebut kenaikan harga barang impor di Indonesia berimbas pada tekanan inflasi domestik. Kebijakan moneter AS turut menjadi faktor dalam dinamika pasar keuangan global.
Laporan tersebut menyebut pergantian Gubernur Bank Sentral AS, atau The Fed, dari Jerome Powell ke Kevin Warsh. Warsh disebut cenderung mempertahankan suku bunga tinggi untuk meredam inflasi, sehingga menimbulkan sentimen negatif di pasar keuangan global.
Menurut laporan ANTARA, bursa AS memperketat margin jaminan dan menaikkan selisih harga transaksi, yang berujung pada koreksi tajam harga emas dalam waktu singkat. Fluktuasi harga emas berlanjut seiring sinyal kebijakan The Fed yang tidak konsisten mengenai kemungkinan menaikkan atau mempertahankan suku bunga.
Laporan yang sama menyebut mayoritas pejabat The Fed dalam pertemuan terakhir Federal Open Market Committee mempertahankan suku bunga, tetapi kenaikan lanjutan masih terbuka jika inflasi belum mereda. Ibrahim menilai, jika konflik antara Iran dan AS berkembang hingga perang darat berskala besar, hal itu dapat menjadi katalis utama yang mendorong harga emas ke level tertinggi. Ia mengatakan, “Kalau seandainya terjadi perang terbuka antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya, di situlah harga emas itu akan melompat tinggi,” ujar Ibrahim.