
Pramono Resmikan Puskesmas Taman Sari Jakarta Barat
12 menit yang lalu
IHSG melemah 1,30 persen pada sesi I, dipicu sektor kesehatan dan teknologi, sementara pasar menanti keputusan bank sentral.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan sesi I Senin (26/10/2026). Pada pukul 09.58 WIB, indeks tercatat di level 5.368,64, turun 70,62 poin atau 1,30 persen.
Indeks sempat menyentuh level terendah harian di 5.349,75. Padahal, IHSG dibuka di level 5.442,30, naik 3,04 poin atau sekitar 0,06 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya di level 5.439,26.
Dari sisi aktivitas, volume perdagangan tercatat 126,06 juta lot dengan nilai transaksi Rp4,82 triliun. Menurut laporan yang sama, pelemahan dipicu sektor kesehatan yang turun 1,7 persen, sektor teknologi turun 1,5 persen, dan sektor infrastruktur melemah 1,3 persen.
Saham yang menekan indeks antara lain BBCA, BYAN, MORA, BMRI, dan TLKM. Adapun saham yang disebut menopang indeks antara lain TPIA, BUVA, SMGR, AMRT, dan CUAN.
Menurut laporan tersebut, pasar keuangan global dan Indonesia menghadapi pekan yang padat. Perkembangan perang masih menjadi penggerak utama pasar, sementara tujuh bank sentral dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneter pada pekan ini.
The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada Kamis (29/10/2026) pukul 01.00 WIB. Konsensus pasar memperkirakan suku bunga dipertahankan di kisaran 3,75-4,00 persen setelah naik 25 basis poin pada September, dan investor akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh soal inflasi dan pasar tenaga kerja.
Amerika Serikat akan merilis estimasi awal produk domestik bruto (PDB) kuartal ketiga dan data inflasi PCE September pada Kamis (29/10/2026) pukul 19.30 WIB. Ekonomi AS diperkirakan tumbuh 3,2 persen secara kuartalan dalam hitungan tahunan, naik dari 2,2 persen. Inflasi PCE inti diperkirakan naik 0,3 persen secara bulanan dan 3,1 persen secara tahunan, dari 3,0 persen pada Agustus 2026.
Bank Sentral Eropa (ECB) dijadwalkan mengumumkan keputusan pada Kamis (29/10/2026) pukul 20.15 WIB, dengan konsensus suku bunga operasi pembiayaan utama tetap 2,65 persen dan fasilitas simpanan 2,50 persen. Bank of Japan (BOJ) dijadwalkan mengumumkan keputusan pada Jumat (30/10/2026) dan diperkirakan mempertahankan suku bunga 1,25 persen setelah naik dari 1,00 persen pada September.
Di China, Sidang Pleno Kelima Komite Sentral Partai Komunis China dijadwalkan berlangsung pada 26-29 Oktober 2026, dan data laba industri Januari-September dirilis Selasa (27/10/2026) pukul 08.30 WIB. Sebagai pembanding, laba industri Januari-Agustus tumbuh 15,7 persen secara tahunan, melambat dari 17,6 persen pada Januari-Juli. Estimasi awal PDB zona euro kuartal ketiga dirilis Jumat (30/10/2026) pukul 17.00 WIB, dengan proyeksi pertumbuhan 0,2 persen secara kuartalan dari 0,6 persen.