
KONI dan Kemenpora Bahas Persiapan PON
13 menit yang lalu
IHSG ditutup menguat setelah bergerak di zona negatif pada sesi pertama perdagangan.
Terbit · 2 min read

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 16,18 poin atau 0,31 persen ke posisi 5.282,31 pada Rabu (28/10/2026). Menurut laporan ANTARA, indeks LQ45 juga naik 6,45 poin atau 1,21 persen menjadi 539,47.
IHSG sempat melemah pada awal perdagangan dan bertahan di zona negatif hingga penutupan sesi pertama, sebelum bergerak ke zona hijau pada sesi kedua.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan penguatan bursa Asia mengikuti pergerakan Wall Street dan meningkatnya optimisme terhadap kecerdasan buatan. Menurut Nico, reli itu terjadi setelah kabar rencana penawaran saham perdana Anthropic pada pertengahan November 2026.
Menurut laporan yang sama, Nico mengatakan pelaku pasar menantikan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve Amerika Serikat, Bank Sentral Eropa, dan Bank of Japan. Ketiganya diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan, di tengah kondisi geopolitik yang belum stabil.
Dari dalam negeri, Nico menilai penguatan IHSG turut didukung keputusan FTSE Russell mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang dan pernyataan pemerintah bahwa pasokan BBM bersubsidi maupun nonsubsidi masih mencukupi.
Namun, ia menyebut penguatan indeks terbatas oleh kekhawatiran mengenai status Indonesia dalam indeks MSCI. Nico juga menyoroti tekanan fiskal yang meningkat seiring harga minyak bertahan di atas 100 dolar AS per barel serta potensi tambahan beban anggaran dari rencana pendidikan gratis hingga tingkat universitas.
Di pasar obligasi, imbal hasil surat utang pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun naik menjadi 7,66 persen, tertinggi sejak Oktober 2022. Menurut laporan yang sama, kenaikan itu terjadi seiring imbal hasil surat utang pemerintah Amerika Serikat yang tetap tinggi menjelang keputusan suku bunga The Fed.
Sektor kesehatan memimpin penguatan sektoral dengan kenaikan 1,72 persen, sedangkan sektor infrastruktur mencatat penurunan terdalam, sebesar 2,44 persen. Frekuensi perdagangan mencapai 1,53 juta transaksi dengan 31,53 miliar saham senilai Rp15,87 triliun; 281 saham naik, 429 turun, dan 253 tidak berubah. Bursa regional yang juga menguat antara lain Nikkei, Kospi, Shanghai, Hang Seng, dan Strait Times.