
Kemnaker Perkuat Perencanaan Pengawasan Kerja
17 menit yang lalu
IHSG ditutup di 5.032,44 setelah sempat jatuh di bawah 5.000, dengan nilai transaksi Rp5,6 triliun.
Terbit · 1 min read

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,29% atau 65,62 poin ke level 5.032,44 pada penutupan perdagangan sesi I. Menurut laporan CNBC Indonesia, tekanan jual mendominasi perdagangan setelah indeks sempat menguat pada awal sesi.
Pergerakan tersebut terjadi pada Jumat (30/10/2026). IHSG dibuka di 5.066,94, lalu mencapai level tertinggi 5.116,01 sebelum merosot ke titik terendah 4.979,34 pada rentang pukul 09.50 hingga 10.00 WIB.
Indeks kemudian berangsur pulih dan bergerak di kisaran 5.000 hingga 5.030. Menjelang pukul 11.30 WIB, IHSG berada di sekitar 5.032, atau sekitar 53 poin di atas titik terendahnya.
Aktivitas perdagangan tercatat sebanyak 242,53 juta lot dengan nilai transaksi Rp5.603,47 miliar atau sekitar Rp5,6 triliun, menurut laporan yang sama.
Laporan CNBC Indonesia menyebut pasar keuangan domestik dibayangi sejumlah perkembangan global. Di antaranya kenaikan inflasi pengeluaran konsumsi pribadi Amerika Serikat (PCE), yang naik 0,5% secara bulanan pada September 2026, tertinggi dalam enam bulan.
Ekonomi Amerika Serikat tumbuh pada laju tahunan 3,4% pada kuartal ketiga 2026, sementara Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Oktober. Laporan yang sama juga mencatat imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun turun menjadi 7,643% pada Kamis (29/10/2026), dari 7,706% pada Rabu (28/10/2026).
Sejumlah agenda ekonomi masih dijadwalkan pada Jumat (30/10/2026), termasuk pengumuman suku bunga Bank Sentral Jepang serta rilis estimasi awal pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran zona euro. Angka pertumbuhan zona euro diperkirakan melambat, sedangkan tingkat pengangguran diproyeksikan bertahan di 6,4%.