
AS Kirim USS Colorado ke Australia pada Akhir 2027
12 menit yang lalu
Pembiayaan IIF mendukung pengembangan pusat data di Bekasi dan rumah sakit jantung di Medan.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menyalurkan pembiayaan sekitar Rp601,4 miliar untuk pengembangan infrastruktur digital dan layanan kesehatan. Pembiayaan diberikan kepada PT Digital Gayana Ekagrata (DGE) dan PT Medan Kardia Indonesia.
Dana tersebut mendukung pengembangan pusat data di Greenland International Industrial Center (GIIC), Bekasi, Jawa Barat, serta pembangunan Medan Heart Center di Medan, Sumatera Utara. ANTARA menyebut Presiden Direktur dan CEO IIF Rizki Pribadi Hasan menyampaikan keterangan itu di Jakarta pada Selasa (27/10/2026).
Fasilitas untuk DGE merupakan bagian dari pinjaman sindikasi senilai 20 juta dolar AS atau sekitar Rp358,3 miliar, berdasarkan kurs Rp17.916 per dolar AS pada 24 September 2026. Pembiayaan itu mendukung Tahap 1 GAIA Campus, yang mencakup fasilitas CGK1 dan CGK2 dengan kapasitas gabungan 58,9 megawatt.
Menurut laporan yang sama, pusat data tersebut dirancang untuk mendukung penyimpanan dan pengelolaan data, layanan berbasis teknologi, serta keberlangsungan operasional bisnis. IIF menyatakan infrastruktur itu diharapkan menunjang pertumbuhan ekonomi digital dan transformasi digital di berbagai industri.
Pembiayaan kepada PT Medan Kardia Indonesia tercatat sebesar Rp243,11 miliar untuk pengembangan dan operasional Medan Heart Center. Rumah sakit khusus jantung kelas B itu dirancang memiliki sedikitnya 75 tempat tidur.
Medan Heart Center dikembangkan di atas lahan sekitar 5.300 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 8.000 meter persegi. Fasilitasnya direncanakan mencakup layanan diagnostik, intervensi, dan perawatan kardiovaskular.
IIF menyatakan rumah sakit tersebut diharapkan memperluas akses layanan spesialis jantung dan pembuluh darah di Medan serta wilayah sekitarnya, sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan jarak jauh. Rizki mengatakan, “Bagi IIF, sebuah inisiatif pembiayaan diukur tidak hanya dari penyelesaian proyek, tetapi juga dari nilai jangka panjang dan dampak positif yang dihadirkan bagi dunia usaha dan masyarakat.”