
TPT 2026 Turun Menjadi 4,65 Persen
15 menit yang lalu
Pengunduran diri terjadi setelah penunjukan keduanya menuai pro dan kontra di ruang publik.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, dua putra Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengundurkan diri dari jabatan tenaga ahli di Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pengunduran diri itu telah diterima.
Dahnil menyampaikan keterangan tersebut saat dikonfirmasi dari Jakarta pada Selasa (27/10/2026). Kedua tenaga ahli itu adalah Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz.
Dahnil menjelaskan pengunduran diri dilakukan setelah penunjukan keduanya memunculkan pro dan kontra di ruang publik. Menurut laporan yang sama, keterlibatan mereka bermula saat Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) baru dibentuk dan membutuhkan bantuan untuk menjalankan tugas kelembagaan.
Dahnil mengatakan BP Haji saat itu hanya dipimpin kepala dan wakil kepala. Ia menyebut sejumlah pihak membantu pekerjaan lembaga pada masa awal pembentukannya.
“Ketika Badan Penyelenggara Haji memang tidak ada orang yang mau membantu kami sejak awal secara sukarela. Akhirnya adalah anaknya Pak Menteri ikut membantu sejak awal,” ujar Dahnil, menurut laporan ANTARA.
Dahnil juga mengatakan kedua putra Menhaj tidak dibayar ketika pertama kali membantu pembentukan BP Haji. Setelah polemik muncul, keduanya memutuskan mundur dari jabatan tenaga ahli.
Posisi yang ditinggalkan akan diisi orang lain. Dahnil mengatakan penentuan pengganti menjadi kewenangan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf.
Dahnil menyebut keputusan tersebut bagian dari komitmen pimpinan kementerian untuk menjaga integritas dan etika dalam penyelenggaraan pemerintahan. “Untuk memastikan Kementerian Haji dan Umrah harus bebas dari praktik-praktik yang tidak beretika, praktik-praktik yang manipulatif, koruptif, perilaku mafia, dan sebagainya,” ujarnya.