
TPT 2026 Turun Menjadi 4,65 Persen
16 menit yang lalu
Rupiah dibuka melemah tipis, sementara analis memperkirakan pergerakannya tetap fluktuatif.
Terbit · 1 min read

Analis Doo Financial Lukman Leong memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif di tengah beragam laporan mengenai perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Menurut laporan ANTARA, pada pembukaan perdagangan Selasa (27/10/2026), rupiah melemah 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp18.140 per dolar AS.
Nilai tersebut dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp18.135 per dolar AS. Lukman menyampaikan perkiraannya kepada ANTARA di Jakarta pada Selasa.
Lukman menyebut laporan yang beragam mencakup potensi serangan Amerika Serikat terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan serta upaya diplomatik untuk mencapai perdamaian di kawasan.
Mengutip Anadolu, ANTARA melaporkan pertemuan empat pihak yang melibatkan delegasi Turkiye, Arab Saudi, Pakistan, dan Iran dimulai di Teheran pada Senin (26/10/2026). Pembicaraan itu berfokus pada keamanan regional, aktivitas Israel, serta situasi di Palestina dan Lebanon.
Presiden Iran Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut hadir. Turkiye diwakili Direktur Organisasi Intelijen Nasional Ibrahim Kalin, Arab Saudi oleh Menteri Pertahanan Pangeran Khalid bin Salman, dan Pakistan oleh Kepala Staf Angkatan Darat Asim Munir.
ANTARA juga mengutip laporan Xinhua mengenai kemungkinan operasi militer baru Amerika Serikat terhadap Iran. Menurut laporan itu, Pentagon bersiap menjalankan operasi dalam waktu 96 jam setelah menerima perintah Presiden Donald Trump, dengan pasukan yang disebut memadai telah dikerahkan di Timur Tengah.
Laporan Xinhua tersebut menyebut sejumlah pejabat Amerika Serikat memperkirakan perintah dapat dikeluarkan sebelum akhir tahun, kemungkinan setelah pemilihan umum paruh waktu. Operasi itu diperkirakan melampaui upaya membersihkan area atau mempertahankan keadaan yang ada melalui serangan terhadap radar, peluncur, dan aset Iran lainnya yang dapat dipulihkan dengan cepat.
Di dalam negeri, Lukman menilai arus keluar dana asing dari pasar saham turut membebani rupiah. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, ia memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp18.100-Rp18.200 per dolar AS.