
KALLArona Angkat Alam lewat Rona Nusantara
10 menit yang lalu
USS Colorado dijadwalkan bergabung dengan kekuatan rotasi kapal selam di Australia Barat pada akhir 2027.
Terbit · 1 min read

Amerika Serikat akan mengirim kapal selam serang bertenaga nuklir USS Colorado untuk bergabung dengan kekuatan rotasi kapal selam di Australia Barat pada akhir 2027, menurut laporan CNN Indonesia.
Para pejabat mengumumkan penugasan itu pada Selasa (27/10/2026). Kapal selam tersebut dijadwalkan berlayar menuju pangkalan barunya di Australia pada akhir 2027.
Pentagon menugaskan USS Colorado, kapal selam kelas Virginia sepanjang 115 meter. Kapal itu dilengkapi torpedo dan rudal untuk menyerang sasaran di darat.
Dalam pernyataan bersama, Amerika Serikat, Australia, dan Inggris menyebut pengerahan tersebut sebagai “tonggak pencapaian penting” dalam membangun kemampuan pencegahan bersama di kawasan Pasifik melalui pakta AUKUS.
AUKUS juga menjadi wadah kerja sama pertahanan ketiga negara di tengah peningkatan kekuatan militer China di kawasan Indo-Pasifik. Australia berencana mengembangkan armada kapal selam bertenaga nuklir yang lebih sulit dideteksi.
Kapal selam tersebut akan ditempatkan di pangkalan angkatan laut HMAS Stirling, Australia Barat, sebagai bagian dari Kekuatan Rotasi Kapal Selam Barat (SRF-West). Pangkalan itu diproyeksikan menampung hingga lima kapal selam serang cepat secara bergantian: empat milik Amerika Serikat dan satu milik Inggris.
Penempatan kapal selam sekutu menjadi bagian dari persiapan Australia untuk mengoperasikan dan memelihara armadanya sendiri, sekaligus mendukung pengerahan kapal selam negara sekutu. Selain pengembangan kapal selam, AUKUS bertujuan memperluas kerja sama militer ketiga negara.
Menteri Pertahanan Australia Richard Marles menyebut kekuatan rotasi itu sebagai “tonggak pencapaian yang sangat besar” pertama di bawah AUKUS. Dalam wawancara dengan saluran berita News24, ia mengatakan, “Semuanya berjalan sesuai rencana,” dan menambahkan, “Saat ini sudah ada personel Amerika di HMAS Stirling yang sedang mempersiapkan lokasi untuk keperluan tersebut.”
Australia tidak mengizinkan pangkalan militer asing permanen di wilayahnya, tetapi menampung pasukan Marinir Amerika Serikat di Darwin untuk latihan selama enam bulan setiap tahun. Pemerintah Australia memperkirakan program kapal selam AUKUS dapat menelan biaya hingga US$235 miliar selama 30 tahun.