
Pemerintah Benahi Data Industri Jelang Rilis PDB
10 menit yang lalu
Singapura menyebut pengurangan ekspor gas dari Indonesia mencakup kurang dari dua persen kebutuhan gas hariannya.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Singapura memperkirakan pengurangan ekspor gas alam dari Indonesia tidak akan banyak memengaruhi harga listrik dalam jangka pendek. Menurut laporan CNN Indonesia, Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura Tan See Leng mengatakan pengurangan itu mencakup kurang dari dua persen kebutuhan gas harian negara tersebut.
Dalam laporan yang sama, Tan menyebut Singapura memiliki pasokan gas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan domestik. Ia juga mengatakan harga gas sebagian besar mengikuti pergerakan sejumlah indeks global utama.
Tan menjelaskan Singapura memiliki beberapa langkah untuk menjaga pasokan energi, termasuk mendiversifikasi sumber gas alam dan memelihara fasilitas cadangan gas alam cair (LNG). Singapore GasCo juga disiapkan untuk mengimpor lebih banyak LNG jika diperlukan.
Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip Channel News Asia, Tan meminta warga Singapura tetap tenang dan menjalankan kegiatan seperti biasa. Ia menyebut negara itu pernah mengalami pengurangan pasokan serupa tanpa insiden.
Singapura juga menjajaki sumber energi alternatif, seperti biometana, panas bumi, dan tenaga surya. Pemerintahnya turut mengkaji kemungkinan penggunaan energi nuklir, tetapi belum mengambil keputusan.
Singapura mengimpor gas melalui pipa dari Indonesia dan Malaysia serta dalam bentuk LNG dari pemasok internasional. Pada 2025, gas pipa mencakup 43 persen dari total impor gas Singapura, sedangkan LNG menyumbang 57 persen.
Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia mengatakan pengurangan ekspor dilakukan untuk memenuhi kebutuhan domestik yang mendesak. Menurut laporan CNN Indonesia, ia juga mengaitkannya dengan pemeliharaan fasilitas produksi gas dan upaya menjaga ketahanan energi nasional di tengah potensi krisis energi global.
Tan menyatakan Singapura memahami kemungkinan kebutuhan pasokan domestik dan kendala yang dihadapi Indonesia. Ia juga menggambarkan hubungan kedua negara sebagai hubungan yang baik hingga tingkat pemerintahan tertinggi.