
Lukashenko Usulkan Trump Pimpin PBB
14 menit yang lalu
Empat kerja sama ditandatangani, sementara SKK Migas menawarkan peluang investasi di cekungan sedimen Indonesia.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, SKK Migas menyampaikan bahwa sejumlah kerja sama strategis sektor hulu minyak dan gas bumi ditandatangani dalam ajang Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2026. Kerja sama itu melibatkan sejumlah perusahaan Indonesia dan mitra internasional.
Laporan tersebut tidak mencantumkan tanggal pelaksanaan penandatanganan. Salah satu kesepakatan berupa nota kesepahaman antara PT Pertamina Drilling Services Indonesia dan Halliburton Worldwide Ltd.
Kesepakatan lainnya adalah kontrak time charter kapal pendukung lepas pantai antara PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (ELPI) Samudra Offshore dan Atlantic Maritime Group FZE.
Dua kerja sama lain melibatkan Tara Industries LLC. PT Hidrokinetik Indo Pacific dan Tara Industries LLC sepakat mendirikan perusahaan survei dan pemetaan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk melayani industri migas dan kabel bawah laut di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
PT Luas Birus Utama dan Tara Industries LLC juga menandatangani kerja sama promosi dan penerapan STARSEMAR Chemical Reservoir Stimulation. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut penandatanganan itu sebagai wujud kesiapan Indonesia menjalin kerja sama energi global.
Dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi kepada ANTARA, Djoko mengatakan Indonesia membuka peluang luas bagi investasi global dan menyambut mitra internasional yang berminat mengembangkan industri hulu migas. Menurut laporan yang sama, investasi sektor itu mencapai 14,9 miliar dolar AS pada 2025 dan diproyeksikan menjadi 17,87 miliar dolar AS pada 2026.
Djoko menyebut proyeksi investasi 2026 sebagai yang tertinggi dalam satu dekade terakhir. SKK Migas berharap ADIPEC dapat memperkuat kemitraan dan menarik investasi baru untuk mendukung proyeksi tersebut.
Djoko juga menawarkan peluang investasi di 128 cekungan sedimen, termasuk 65 cekungan yang belum dieksplorasi. Ia menyatakan dukungan investasi, teknologi, dan kemitraan diperlukan untuk mengoptimalkan potensi, mendorong penemuan sumber daya baru, serta memperkuat produksi dan ketahanan energi.