
KLIFF 2026 Soroti Integrasi Keuangan Syariah
13 menit yang lalu
Ekonomi tumbuh 5,47 persen; industri pengolahan menjadi kontributor terbesar terhadap PDB.
Terbit · 1 min read

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan pada kuartal ketiga 2026. Menurut laporan CNBC Indonesia, pertumbuhan itu disertai kontribusi besar dari industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, serta pertambangan dan penggalian.
Dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (5/11/2026), Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud menyebut lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi.
Industri pengolahan menyumbang 19,22 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), disusul pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 13,46 persen. Perdagangan berkontribusi 13,24 persen, konstruksi 10,20 persen, serta pertambangan dan penggalian 9,19 persen.
Kelima lapangan usaha itu secara keseluruhan menyumbang sekitar 65,31 persen terhadap PDB. Menurut laporan yang sama, industri pengolahan juga menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 1,20 poin persentase.
Perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi, diikuti konstruksi sebesar 0,62 poin persentase dan informasi dan komunikasi sebesar 0,49 poin persentase.
Dari sisi laju pertumbuhan, penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat kenaikan tertinggi, yakni 11,22 persen. Edy menyebut peningkatan hunian kamar hotel serta konsumsi masyarakat di rumah makan dan restoran sebagai pendorongnya.
Jasa keuangan dan asuransi tumbuh 8,47 persen, didorong peningkatan intermediasi perbankan yang didukung optimalisasi kebijakan insentif likuiditas makroprudensial. Jasa lainnya tumbuh 8,32 persen seiring peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara.
Laporan CNBC Indonesia juga menyebut transportasi dan pergudangan serta pengadaan listrik dan gas termasuk lapangan usaha dengan pertumbuhan tinggi, tanpa mencantumkan angka pertumbuhannya. Meski akomodasi dan makan minum tumbuh paling cepat, industri pengolahan tetap menjadi sektor terbesar berdasarkan kontribusi terhadap PDB dan sumber pertumbuhan.