
Kebijakan Trump Tekan Rumah Tangga AS
14 menit yang lalu
Konsensus pasar memperkirakan inflasi Oktober sebesar 0,24 persen secara bulanan.
Terbit · 1 min read

Inflasi Indonesia pada Oktober 2026 diperkirakan melandai di tengah kenaikan sejumlah harga pangan. Menurut laporan CNBC Indonesia, tidak berubahnya harga BBM nonsubsidi turut menahan tekanan inflasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan data inflasi Oktober pada Senin (2/11/2026). Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia mencakup 12 institusi dan lembaga.
Konsensus itu memperkirakan Indeks Harga Konsumen naik 0,24 persen secara bulanan dan inflasi tahunan mencapai 3,25 persen. Rata-rata inflasi bulanan pada Oktober dalam lima tahun terakhir tercatat 0,11 persen.
BPS mencatat inflasi pada September 2026 sebesar 3,28 persen secara tahunan dan 0,30 persen secara bulanan. Inflasi inti pada bulan itu tercatat 2,84 persen.
Kepala ekonom Bank Maybank Indonesia Juniman menjelaskan, perkiraan pelandaian inflasi didukung meredanya tekanan pada kelompok pangan bergejolak, inflasi inti yang terkendali, serta penurunan tipis harga yang diatur pemerintah. Namun, beras, minyak goreng, dan gula pasir masih mengalami kenaikan.
Kepala ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan kelompok harga yang diatur pemerintah mengalami deflasi, antara lain karena tarif angkutan udara dan harga BBM nonsubsidi yang tidak berubah. Ia mengatakan kenaikan harga gula, minyak goreng, daging sapi, gandum, kedelai, cabai merah, dan bawang merah mendorong inflasi Oktober.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang dikutip laporan CNBC Indonesia mencatat rata-rata harga beras pada Oktober sebesar Rp16.420,45 per kilogram, naik 0,36 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Harga daging sapi juga naik 0,36 persen, sedangkan minyak goreng tercatat Rp22.997 per kilogram atau naik 0,1 persen.
Harga gula pasir naik 0,95 persen menjadi Rp19.625 per kilogram. Sebaliknya, harga telur ayam turun 0,75 persen menjadi Rp29.881 per kilogram, sementara penurunan harga perhiasan emas disebut menekan inflasi inti.