
Listyo Sigit Apresiasi Peran Tapak Suci
13 menit yang lalu
Rumah sakit kapal di Pulau Kei Besar dapat melayani sekitar 4.000 pasien hingga 11 November 2026.
Terbit · 1 min read

Pertamina Group bekerja sama dengan Yayasan Dokter Peduli menghadirkan rumah sakit kapal di Pulau Kei Besar, Maluku. Menurut laporan ANTARA yang terbit pada 1 November 2026, layanan itu ditargetkan berlangsung hingga 11 November 2026 untuk menjangkau warga yang memiliki keterbatasan akses medis.
Pelaksana Tugas sekretaris perusahaan Pertamina International Shipping (PIS), Muhammad Husni Nurdin, menyampaikan kolaborasi tersebut merupakan kerja sama ketiga dengan yayasan tersebut. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta pada Minggu (1/11/2026).
Husni mengatakan kolaborasi kali ini melibatkan Pertamina Group, Indonesia Healthcare Corporation (IHC), serta dukungan tanggung jawab sosial Pertamina. Ia menyebut kerja sama itu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses kesehatan.
Rumah sakit kapal tersebut dapat melayani sekitar 4.000 pasien. Dokter umum, dokter spesialis, dan tenaga medis dari IHC diterjunkan untuk memberikan layanan langsung kepada warga.
Fasilitas yang disediakan mencakup ruang rawat inap, layanan operasi minor dan mayor, serta fasilitas persalinan. Program itu juga mencakup edukasi kesehatan bagi masyarakat dan anak-anak untuk mendorong kebiasaan menjaga kesehatan sejak dini.
Ketua Yayasan Dokter Peduli, Tutuk Utomo Nuradhy, mengatakan pelayanan kesehatan tidak hanya dinilai dari jumlah pasien yang ditangani, tetapi juga dari kesempatan warga untuk kembali beraktivitas dengan kondisi kesehatan lebih baik. “Merupakan sebuah kebahagiaan ketika kami menyaksikan inisiatif ini dapat mengembalikan senyum masyarakat yang dilayani. Ketika mereka kembali sehat, harapan dan semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari pun tumbuh kembali,” ujar Tutuk.
Menurut laporan yang sama, rumah sakit kapal sebelumnya telah hadir di Waigeo dan Distrik Seget, Sorong. Pada tahun ketiga pelaksanaannya, program tersebut tercatat telah memberikan layanan kesehatan kepada 7.469 pasien.
Bagi PIS, penggunaan armada kapal menjadi salah satu cara memanfaatkan kemampuan maritim untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Kapal yang mendukung konektivitas antarpulau itu juga digunakan sebagai sarana pelayanan dalam kolaborasi Pertamina, IHC, dan Yayasan Dokter Peduli.