
Indonesia Berpeluang Pertahankan Surplus Perdagangan
16 menit yang lalu
Pramita Gayatri menyarankan orang tua tidak menambahkan aneka bawang pada MPASI anak di bawah dua tahun.
Terbit · 1 min read

Dokter spesialis anak konsultan gastrohepatologi Prof. Dr. dr. Pramita Gayatri menyarankan orang tua tidak menambahkan aneka jenis bawang ke dalam makanan pendamping ASI (MPASI) untuk anak berusia di bawah dua tahun. Menurut laporan ANTARA, saran itu disampaikan dalam wawancara di Jakarta pada Rabu (4/11/2026).
Jenis yang disebut meliputi bawang putih, bawang merah, bawang bombai, bawang daun, dan seledri. Pramita menyampaikan bahwa makanan yang mengandung bawang dapat memicu asam lambung naik dan melukai kerongkongan.
Ia menyebut kondisi tersebut dapat berupa esofagitis dan refluks patologis. Menurut Pramita, refluks patologis dapat menimbulkan gangguan pada sinus dan telinga bayi serta demam.
Pramita mengatakan esofagitis dan refluks patologis yang tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini dapat berkembang menjadi penyakit refluks gastroesofagus atau GERD. Keterangan mengenai risiko tersebut berasal dari penjelasannya kepada ANTARA.
Menurut laporan yang sama, GERD dapat berdampak pada pencernaan dan pertumbuhan anak. Rasa sakit akibat kondisi itu juga dapat membuat anak lebih mudah marah dan rewel.
Untuk memberi variasi rasa pada MPASI, Pramita menyarankan orang tua tidak menggunakan aneka bawang. Ia menyebut garam, mentega, atau keju sebagai alternatif agar anak tidak bosan dengan rasa makanan.
Pramita juga menyarankan orang tua memeriksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila berat dan tinggi badannya tidak sesuai standar pertumbuhan meski sudah makan cukup. Pemeriksaan, menurut dia, diperlukan untuk mengetahui kemungkinan masalah kesehatan atau gangguan pertumbuhan.