
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 Jadi Rp2,57 Juta
10 menit yang lalu
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan hibrida dan menyiapkan Rp722 miliar stimulus tiket pesawat akhir tahun.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, sejumlah peristiwa bidang ekonomi terjadi pada Selasa (27/10/2026), mulai dari kajian insentif kendaraan hibrida oleh Menteri Perindustrian hingga stimulus tiket pesawat senilai Rp722 miliar untuk akhir tahun.
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyampaikan bahwa pemerintah tengah mengkaji insentif untuk kendaraan hibrida guna mendorong pertumbuhan industri nasional. Usulan insentif itu diharapkan dapat diajukan pada tahun ini.
Menurut Sarmuji, pembahasan teknis masih berlangsung bersama pihak terkait. Pembahasan itu termasuk penentuan besaran insentif yang akan diajukan pemerintah.
Menurut laporan yang sama, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan tidak ada penutupan bandara akibat kebakaran hutan dan lahan. Sejumlah operasional penerbangan memang mengalami penyesuaian karena kondisi cuaca dan gangguan jarak pandang. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan seluruh bandara tetap beroperasi dengan penyesuaian jadwal berdasarkan kondisi cuaca di wilayah terdampak.
Di sektor energi, perusahaan asal Jepang, Inpex, telah menyelesaikan Desain Rekayasa Awal (FEED) Proyek Gas Alam Cair (LNG) Abadi Masela pada Oktober 2026. Penyelesaian itu lebih cepat dari jadwal semula, yakni akhir tahun ini, dan keputusan akhir investasi (FID) ditargetkan pada Januari 2027.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan penyelesaian FEED menjadi tahapan penting untuk mempercepat pengembangan proyek tersebut. Nilai investasi proyek itu sekitar 22 miliar dolar AS.
Di bidang pertanian, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan anggaran sekitar Rp1 triliun untuk memperkuat peternakan rakyat terintegrasi. Anggaran itu disiapkan melalui subsidi, bantuan sarana produksi, dan penguatan kesejahteraan peternak nasional.
Saat ditemui di Jakarta, Selasa (27/10/2026), Amran mengatakan dukungan pemerintah dilakukan bertahap, dimulai dari alokasi Rp300 miliar hingga akhir 2026. Alokasi tersebut ditujukan bagi pengembangan peternakan berbasis produksi dan peningkatan daya saing usaha.
Menurut laporan yang sama, Kemenhub menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan stimulus Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) senilai Rp722 miliar. Stimulus itu berlaku untuk penerbangan domestik kelas ekonomi selama Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Lukman F Laisa mengatakan kebijakan tersebut telah memperoleh persetujuan melalui Peraturan Menteri Keuangan sebagai dasar pelaksanaan program penerbangan di akhir tahun.