
Mukhtarudin Ajak Daerah Perluas Sosialisasi SMK Go Global
11 menit yang lalu
Investasi awal di Wiraraja I direncanakan untuk industri teknologi tinggi dan menyerap 1.000 tenaga kerja.
Terbit · 1 min read

Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menyatakan investasi awal senilai 500 juta dolar AS dari investor Amerika Serikat masuk ke Kawasan Industri Wiraraja I di Batam. Menurut laporan ANTARA, investasi itu direncanakan untuk hilirisasi pasir silika, pabrik pintar berbasis kecerdasan buatan, semikonduktor, dan baterai sodium ion.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana mengatakan peletakan batu pertama proyek dijadwalkan pada 28 Oktober 2026 di Wiraraja I, Kabil, Batam. Tahap awal proyek akan menempati lahan seluas tiga hektare dan menyerap sebanyak 1.000 tenaga kerja.
Investasi tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama strategis dengan Tynergy Technology Group dan Essence Global dari Amerika Serikat. Kerja sama itu ditandatangani melalui perjanjian usaha patungan (JVA) pada 18 Februari 2026 di Washington, D.C., dengan disaksikan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pernyataan di Jakarta pada Selasa (27/10/2026), Akhmad mengatakan peletakan batu pertama akan menandai realisasi kerja sama tersebut. “Ini adalah tahap awal realisasi investasi dari PMA Amerika Serikat yang telah lama dikomitmenkan bersama. Kami memulainya di kawasan industri yang sudah tersedia, yaitu Wiraraja I Kabil,” ujar Akhmad, yang juga Presiden Direktur WIRARAJA GESEIP.
Menurut laporan yang sama, investasi itu mengusung konsep industri terintegrasi dari hulu ke hilir untuk membangun rantai pasok industri teknologi tinggi. Pengembangannya direncanakan berlanjut ke Kawasan Industri WIRARAJA GESEIP, proyek strategis nasional di Pulau Galang.
Akhmad mengatakan kemitraan tersebut diarahkan untuk mempercepat hilirisasi, memperkuat ekosistem industri nasional, menarik investasi strategis, dan menciptakan nilai tambah melalui pengembangan kawasan industri terintegrasi. Ia juga menyebut dukungan BP Batam dalam penyediaan iklim investasi sebagai bagian dari upaya mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Acara peletakan batu pertama dijadwalkan dihadiri para mitra investasi, termasuk sekitar 10 orang dari Amerika Serikat dan Jepang. Para pihak disebut akan melanjutkan koordinasi dan pengembangan kerja sama sesuai perjanjian, tahapan proyek, serta ketentuan yang berlaku.