
Massie Akan Ajukan Pemakzulan Hegseth
11 menit yang lalu
Kepala Ekonom Bank Danamon memperkirakan harga minyak Brent turun pada 2027 seiring meredanya tekanan pasar.
Terbit · 1 min read

Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan harga minyak mentah dunia turun menjadi US$85 per barel pada 2027. Menurut laporan CNBC Indonesia, perkiraan itu disampaikan dalam taklimat media Bank Indonesia di Sabang.
Irman menyampaikan proyeksi tersebut pada Kamis (5/11/2026). Ia membandingkannya dengan perkiraan harga minyak mentah dunia rata-rata US$100 per barel pada 2026.
Irman menilai dinamika politik Amerika Serikat setelah pemilihan sela 2026 dapat mendukung pertumbuhan ekonomi global dan meredakan inflasi. Menurut laporan yang sama, Partai Demokrat menang dalam pemilihan tersebut.
Ia memperkirakan kemenangan Demokrat dapat membatasi ruang pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menambah anggaran perang antara Amerika Serikat dan Iran. Menurut Irman, penambahan anggaran akan melalui Kongres sehingga berpotensi menahan eskalasi konflik.
Pada perdagangan 5 November 2026, harga minyak Brent tercatat US$96,95 per barel. Angka itu turun 17,6 persen dari posisi tertinggi semester kedua, yakni US$117,64 per barel pada 30 Oktober 2026.
Harga West Texas Intermediate (WTI) pada 5 November 2026 tercatat US$89,44 per barel, turun 14,1 persen dari posisi tertinggi semester kedua sebesar US$104,12 per barel pada 30 Oktober 2026.
Laporan CNBC Indonesia juga menyebut OPEC akan menjaga produksi agar tidak turun pada 2027. Irman memperkirakan pasokan dapat melampaui permintaan jika konflik mereda dan kilang yang tutup kembali beroperasi, sehingga produsen OPEC dan negara mitranya dapat meningkatkan produksi.