
CityUHK Peringkat Keempat di Asia
14 menit yang lalu
Sekuel ini tampil kuat dalam aspek teknis, tetapi dinilai kurang berbobot dalam cerita.
Terbit · 1 min read

Ulasan CNNIndonesia.com menilai Godzilla Minus Zero berhasil memperbesar kekuatan visual dan tata suaranya, tetapi tidak mempertahankan bobot cerita pendahulunya. Film garapan Takashi Yamazaki itu disebut membawa kembali teror kaiju ke layar lebar.
Ulasan tersebut terbit pada Jumat (6/11/2026).
Menurut laporan CNNIndonesia.com, Yamazaki kembali bekerja sama dengan sinematografer Kōzō Shibasaki dan memaksimalkan format IMAX. Pengambilan gambar dari sudut pandang dekat permukaan tanah menonjolkan skala monster dibandingkan manusia.
Ulasan itu juga memuji kerja efek visual Yamazaki bersama penyelia Takayuki Ueki dan Kiyoko Shibuya. Monster dinilai memiliki kesan berbobot, sementara skala kehancuran disebut meningkat dibandingkan film pertama.
King Ghidorah, naga berkepala tiga yang menjadi sorotan film ini, disebut menghadirkan teror melalui transformasinya. Adegan pertarungan antarmonster dan dentuman suara dinilai memanfaatkan format IMAX secara maksimal.
Namun, ulasan tersebut menilai cerita film tidak menawarkan formula baru dan masih dipenuhi alur sampingan. Posisi Ghidorah sebagai metafora dinilai tidak memiliki pijakan makna yang jelas, berbeda dari tafsir Godzilla sebagai simbol petaka nuklir dalam Minus One; durasi pertarungan puncak antarmonster juga dinilai dipangkas terlalu singkat.
Ulasan itu menyoroti alur keluarga Shikishima serta hubungan Noriko dan Kōichi yang dinilai terlalu melodramatis. Alur tersebut disebut diperas hingga menembus batas jenuh menjelang akhir cerita dan membuat durasi membengkak tanpa esensi; beberapa dialog dan adegan emosional juga dianggap kurang meyakinkan.
Min Tanaka sebagai ilmuwan Hiroji Murakami disebut menjadi salah satu penampil yang menonjol. Sosok Murakami menyuntikkan dimensi politik, sementara latar karakternya mencakup ketakutan akan monopoli senjata pemusnah massal dan dendam terhadap militer Amerika, menurut ulasan yang sama.
Pada akhirnya, ulasan tersebut menyimpulkan Godzilla Minus Zero melampaui pendahulunya dalam aspek teknis, tetapi kesulitan menjaga kekuatan ceritanya. Durasi pertarungan puncak yang dinilai terlalu singkat juga menjadi catatan dalam ulasan itu.