
KSrelief dan BAZNAS Resmikan Tahap Pertama Bantuan Gempa Flores
10 menit yang lalu
KAI membutuhkan 23 rangkaian kereta, dengan delapan rangkaian diprioritaskan.
Terbit · 1 min read

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin membatalkan rencana impor rangkaian kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang. Menurut laporan CNBC Indonesia, keputusan itu disebut untuk mendukung industri dalam negeri.
Bobby menyampaikan hal tersebut di Istana Negara pada Kamis (5/11/2026). Ia menyatakan KAI tidak akan mengimpor KRL bekas dan menginginkan rangkaian baru.
KAI membutuhkan 23 rangkaian kereta. Bobby mengatakan separuh dari kebutuhan itu akan dipenuhi melalui produksi dalam negeri oleh PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.
Menurut laporan yang sama, Bobby menyebut dukungan kepada industri dalam negeri menjadi alasan pelibatan INKA dalam pemenuhan kebutuhan tersebut.
Meski membatalkan impor KRL bekas, Bobby mengatakan KAI tidak menutup kerja sama dengan pihak asing untuk memproduksi kereta api bagi kebutuhan dalam negeri.
Ia menyatakan produksi yang melibatkan pihak luar negeri harus dilakukan melalui kerja sama dengan pihak dalam negeri.
Dari total 23 rangkaian kereta yang dibutuhkan, delapan rangkaian disebut mendesak untuk dipenuhi. Bobby mengatakan KAI akan mempercepat pemenuhan total kebutuhan 23 rangkaian kereta baru itu dalam dua hingga tiga tahun.