
Pengadilan Paris Izinkan Demo 31 Oktober
12 menit yang lalu
Metode Kakeibo mengandalkan pencatatan manual dan kebiasaan menunda belanja untuk membantu mengendalikan pengeluaran.
Terbit · 1 min read

Kakeibo adalah metode pengelolaan keuangan dari Jepang yang mengandalkan pencatatan manual dan kebiasaan meninjau pengeluaran. Menurut laporan CNBC Indonesia, metode ini digunakan untuk membantu seseorang lebih sadar dalam mengelola uang.
Laporan CNBC Indonesia menyebut Kakeibo dirintis jurnalis Jepang Hani Motoko pada 1904 dan kembali dikenal luas setelah Fumiko Chiba menerbitkan buku tentang metode tersebut pada 2017. Kakeibo menggunakan buku dan pulpen, bukan aplikasi khusus.
Salah satu langkah yang disarankan adalah mencatat semua pemasukan pada awal bulan, termasuk gaji, bonus, dan pendapatan tambahan. Catatan itu dapat digunakan untuk memetakan kondisi keuangan.
Setelah itu, sisihkan tabungan sebelum membagi uang yang tersisa untuk pengeluaran. Laporan tersebut menyebut sisa anggaran dapat dibagi ke dalam empat pos utama, tetapi tidak merinci nama pos-pos itu dalam naskah sumber.
Untuk menahan belanja impulsif, laporan itu menyarankan memberi jeda 24 jam sebelum membeli barang nonpokok. Jeda tersebut dimaksudkan agar pembeli dapat membedakan kebutuhan dari keinginan sesaat.
Langkah berikutnya adalah memeriksa saldo rekening secara berkala dan memasang pengingat visual, misalnya pertanyaan tentang apakah suatu barang benar-benar dibutuhkan. Pengingat dapat ditempatkan di dompet atau layar ponsel.
Laporan CNBC Indonesia juga menyarankan penggunaan uang tunai karena pembayaran nontunai dinilai dapat membuat besarnya pengeluaran terasa kurang nyata. Naskah sumber menyajikan langkah-langkah itu sebagai cara menerapkan Kakeibo, tanpa memberikan data pengukuran efektivitasnya.