
Inflasi 11 Provinsi Sulampua Melampaui Sasaran Nasional
10 menit yang lalu
Kanada dan Uni Emirat Arab meneken CEPA dan meluncurkan kemitraan strategis di Ottawa.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Kanada dan Uni Emirat Arab menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) pada Selasa (27/10/2026). Kedua negara juga meluncurkan kemitraan strategis.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Putra Mahkota Abu Dhabi Syekh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan bertemu di Ottawa untuk menghadiri upacara penandatanganan tersebut, menurut pernyataan Kantor PM Kanada.
Pernyataan itu menyebut kunjungan tersebut merupakan yang pertama bagi Putra Mahkota Abu Dhabi ke Kanada. Pertemuan itu disebut mencerminkan momentum kuat yang terbangun sejak kunjungan Carney ke Uni Emirat Arab pada November lalu.
Menurut pernyataan yang sama, pertemuan tersebut menekankan pentingnya memperdalam kemitraan yang saling percaya antara kedua negara. Kerja sama ekonomi juga disebut perlu ditingkatkan di tengah dunia yang semakin berbahaya dan terpecah belah.
CEPA dinegosiasikan dalam waktu singkat, yakni 47 hari. Perjanjian ini disebut akan memperkuat hubungan ekonomi, memperluas peluang perdagangan, dan mendukung kemakmuran jangka panjang di kedua negara.
Para pemimpin juga menyambut baik peluncuran Kemitraan Strategis Kanada-Uni Emirat Arab. Kemitraan itu akan membentuk kerangka kerja sama yang lebih mendalam pada prioritas bersama, yakni perdagangan dan investasi, energi, inovasi, pertahanan dan keamanan, serta pembangunan berkelanjutan.
Untuk memajukan kemitraan tersebut, kedua negara menandatangani beberapa nota kesepahaman. Nota itu mencakup kerja sama di bidang energi, pertahanan, serta pembelajaran dan pengembangan diplomatik.
Carney dan Syekh Khaled turut menyambut baik kemajuan komitmen Uni Emirat Arab untuk berinvestasi sebesar 70 miliar dolar AS di Kanada. Peluang investasi besar disebut terbuka di bidang energi, infrastruktur transportasi, dan teknologi.
Kedua pemimpin bertukar pandangan tentang perkembangan regional dan global, termasuk situasi di Timur Tengah serta isu keamanan maritim, perdamaian, dan keamanan internasional. Mereka menegaskan kembali komitmen terhadap dialog, stabilitas regional, kebebasan navigasi, dan kerja sama multilateral yang efektif, serta sepakat menjaga komunikasi yang erat.