
Inflasi 11 Provinsi Sulampua Melampaui Sasaran Nasional
9 menit yang lalu
Program ICEFF di Batam mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan lembaga keuangan syariah.
Terbit · 2 min read

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memfasilitasi potensi pembiayaan syariah sebesar Rp4,8 miliar bagi pelaku ekonomi kreatif di Batam. Menurut laporan ANTARA, fasilitasi itu dilakukan melalui Program Islamic Creative Economy Founders Fund (ICEFF) 2026.
Program yang diikuti 50 pegiat ekonomi kreatif hasil kurasi itu berlangsung pada 20–21 Oktober 2026 di Batam, Kepulauan Riau. Kegiatan tersebut mempertemukan peserta dengan lembaga keuangan syariah.
Program ini dirancang untuk memperluas akses pembiayaan melalui penguatan kapasitas bisnis, pendampingan, dan pertemuan dengan lembaga keuangan syariah. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan akses pembiayaan perlu disertai kesiapan bisnis agar usaha dapat berkembang berkelanjutan.
“Kementerian Ekraf terus memastikan pelaku ekonomi kreatif tidak hanya memiliki ide dan produk kreatif yang potensial, tetapi juga kesiapan bisnis dan akses pembiayaan yang tepat,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Melalui Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi, ICEFF membantu peserta menyiapkan kebutuhan pendanaan, mulai dari menyusun rencana bisnis hingga menyampaikan proposal kepada calon pemberi pembiayaan. Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi Kemenekraf Anggara Hayun Anujuprana mengatakan program itu menjembatani kebutuhan modal dengan layanan lembaga keuangan syariah.
“Pembiayaan yang tepat harus berangkat dari bisnis yang siap. ICEFF mempersiapkan pelaku usaha agar mampu menyusun rencana bisnis, menyampaikan kebutuhan modal, dan menjajaki peluang pembiayaan yang sesuai,” jelas Anggara.
Selama dua hari, peserta mengikuti lokakarya tentang akses pendanaan dan pembiayaan ekonomi kreatif, permodalan syariah, serta penyusunan presentasi bisnis. Kegiatan juga mencakup pendampingan dan sesi presentasi bersama mentor dari Young Entrepreneur Academy.
Pada hari kedua, peserta mempresentasikan rencana bisnis di hadapan lembaga keuangan syariah. Kegiatan didukung Young Entrepreneur Academy dan tujuh mitra keuangan syariah, yaitu Bank Syariah Indonesia, Bank Syariah Nasional, Pegadaian Syariah, Maybank Syariah, BRK Syariah Batam, BPRS Syariah Madani, dan BPRS Vitka Central.
Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kemenekraf Mohammed Ali Berawi menilai kesiapan usaha dan sinergi dengan lembaga keuangan penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata juga menyampaikan perlunya kolaborasi pemerintah, komunitas usaha, dan lembaga keuangan untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing pelaku usaha.
Kemenekraf mendorong tindak lanjut atas potensi pembiayaan melalui penilaian dan pemenuhan ketentuan masing-masing lembaga keuangan. Potensi tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai kelayakan usaha dan skema pembiayaan yang tersedia.