
11 Pengasuh Little Aresha Divonis Penjara
9 menit yang lalu
Sebanyak 112.849 usaha mikro ditetapkan sebagai penerima bantuan tahap pertama hingga 28 Oktober 2026.
Terbit · 1 min read

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menargetkan penyaluran bantuan presiden rehabilitasi usaha mikro bagi pengusaha terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat rampung sebelum Desember 2026. Menurut laporan ANTARA, bantuan itu sebesar Rp3 juta per unit usaha.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan target tersebut dalam rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Hingga 28 Oktober 2026, sebanyak 112.849 usaha mikro telah ditetapkan sebagai penerima tahap pertama setelah verifikasi dan pemadanan data lintas kementerian dan lembaga.
Menurut laporan yang sama, Maman mengatakan koordinasi dengan OJK dan pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.
Dari penerima tahap pertama, 70.296 usaha mikro berada di Aceh, 25.491 di Sumatera Utara, dan 17.062 di Sumatera Barat. Sebelumnya, sebanyak 206.466 calon penerima dari 48 kabupaten/kota terdampak telah diusulkan.
Menurut laporan yang sama, masih ada 93.617 calon penerima yang belum masuk daftar tahap pertama. Pemerintah daerah diminta melengkapi dan memperbaiki usulan penerima tahap kedua paling lambat 2 November 2026.
Verifikasi antara lain mencakup pemeriksaan validitas nomor induk kependudukan dan status calon penerima sebagai aparatur sipil negara, anggota TNI atau Polri, maupun penerima kredit usaha rakyat atau kredit perbankan aktif. Kementerian UMKM menyebut masih tersedia ruang bagi 87.151 usaha mikro untuk memenuhi kuota bantuan.
Di luar bantuan presiden, kementerian mengalokasikan Rp2,6 miliar untuk bantuan alat produksi, termasuk revitalisasi Rumah Produksi Bersama komoditas nilam di Aceh Tamiang dan penyediaan 11 unit alat serta mesin produksi. Sebanyak Rp11,2 miliar juga dialokasikan untuk program pemberdayaan yang ditargetkan menjangkau 12.386 pengusaha.
Kementerian turut mengalokasikan Rp3,6 miliar untuk menghadirkan delapan Klinik UMKM Bangkit dengan dukungan 32 tenaga pendamping di wilayah terdampak. Secara keseluruhan, anggaran pemulihan UMKM dan wirausaha di tiga provinsi itu pada 2026 sebesar Rp618,88 miliar untuk mendukung 212.386 UMKM dan wirausaha, sedangkan kebutuhan pemulihan 2026–2028 diproyeksikan mencapai Rp1,26 triliun.