
Kowani Hadiri Forum ICW di London
11 menit yang lalu
Indonesia mengimpor minyak dan LPG, sementara gas alam masih diekspor.
Terbit · 1 min read

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan Indonesia telah menjadi negara pengimpor minyak sejak 2004 karena produksi dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan. Menurut laporan CNN Indonesia, ia menyampaikan hal itu dalam program The Economic CNN Indonesia TV With Rully Kurniawan pada Kamis (29/10/2026) malam.
Djoko menyebut Indonesia pernah menjadi negara surplus minyak dan pengekspor. Perubahan menjadi pengimpor, menurut dia, juga mendahului keluarnya Indonesia dari OPEC.
Ia mengatakan sekitar 50 persen kebutuhan bensin Indonesia dipenuhi melalui impor. Indonesia juga mengimpor minyak mentah sebagai bahan baku kilang.
Untuk gas, Djoko menilai ketahanan energi Indonesia masih baik karena negara itu masih mengekspor gas alam. Sekitar 30 persen produksi gas alam, dalam bentuk gas pipa dan gas alam cair, diekspor, menurut keterangannya.
Djoko mengatakan impor gas dilakukan dalam bentuk LPG. Pemerintah, menurut dia, berupaya meningkatkan produksi minyak untuk memperkuat ketahanan energi.
Untuk mengurangi impor LPG, pemerintah mendorong pembangunan jaringan gas dan mengembangkan penggunaan kompor listrik. Djoko juga menyebut program gas alam terkompresi dan uji coba tabung gas alam terkompresi yang setara dengan tabung LPG tiga kilogram.
Untuk menekan impor bensin, pemerintah mendorong program kendaraan listrik. Djoko mengatakan pemerintah juga merencanakan bio-bensin yang dicampur etanol, sementara program biodiesel disebutnya telah berhasil.