
Pabrik Soda Ash Petrokimia Gresik Berpotensi Ganti 29 Persen Impor
9 menit yang lalu
Indonesia meminta Rusia mengecualikan WNI dari perekrutan militer, sementara KBRI Moskow memverifikasi kabar seorang WNI tewas di Ukraina.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Indonesia mendesak Rusia menghentikan perekrutan warga negara Indonesia (WNI) untuk dinas militer negara itu. Menurut laporan ANTARA, permintaan tersebut disampaikan menyusul kabar seorang WNI tewas setelah bergabung dengan militer Rusia di Ukraina.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang mengatakan permintaan resmi itu telah disampaikan kepada Pemerintah Rusia melalui jalur diplomatik. Ia menyampaikan keterangan tersebut kepada ANTARA di Jakarta pada Ahad (1/11/2026).
“Pemerintah RI meminta pemerintah Rusia agar mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan WNI tidak direkrut ke dalam militer maupun formasi lainnya terkait militer di Rusia melalui jalur apapun,” kata Yvonne melalui pesan tertulis.
Yvonne mengatakan Indonesia juga memberi perhatian terhadap praktik perekrutan yang terindikasi sebagai tindak pidana perdagangan orang. Pemerintah meminta agar Indonesia secara resmi dimasukkan ke dalam daftar negara yang warga negaranya dikecualikan dari perekrutan militer Rusia melalui jalur apa pun.
Terkait kabar kematian WNI tersebut, Kedutaan Besar RI di Moskow masih mendalami dan memverifikasi informasi, termasuk identitas dan status orang yang dimaksud. “KBRI Moskow tengah melakukan pendalaman dan verifikasi, termasuk terkait identitas dan status yang bersangkutan,” kata Yvonne.
Yvonne mengatakan proses verifikasi mengutamakan perlindungan data pribadi. Ia mengimbau masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil verifikasi ditetapkan serta berhati-hati menerima tawaran kerja di luar negeri dengan memeriksa keabsahannya, tidak tergiur imbalan tak wajar, dan tidak menandatangani kontrak yang tidak dipahami.
Kabar kematian itu sebelumnya disampaikan Dinas Intelijen Pertahanan Ukraina melalui pernyataan di media sosial pada 27 Oktober. Menurut laporan ANTARA, lembaga tersebut menyebut WNI itu dikontrak selama setahun untuk militer Rusia dan tewas setelah sekitar sepekan diterjunkan di medan perang; informasi tersebut masih diverifikasi KBRI Moskow.