
Sarmuji Tunggu Aspirasi Periklindo soal Ganjil Genap
11 menit yang lalu
Proyek pengolahan nikel menjadi baja tahan karat direncanakan berkapasitas 1,2 juta ton per tahun.
Terbit · 1 min read

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau Krakatau Steel Group berencana mengembangkan proyek pengolahan nikel menjadi baja tahan karat berkapasitas 1,2 juta ton per tahun. Menurut laporan ANTARA, rencana itu disampaikan dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta.
Direktur Infrastruktur dan Operasi Krakatau Steel, Sidik Darusulistyo, menyebut proyek tersebut diperkirakan membutuhkan investasi 350 juta dolar AS dan memiliki proyeksi pendapatan tahunan lebih dari 2 miliar dolar AS. Sidik menyampaikan keterangan itu di Jakarta pada Kamis (29/10/2026).
Sidik mengatakan fasilitas itu ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah produk olahan nikel melalui pengolahan lanjutan menjadi baja tahan karat.
Sekretaris Perusahaan Krakatau Steel, Rariya Budi Harta, mengatakan hilirisasi teknologi memerlukan dukungan ekosistem industri agar inovasi dapat diterapkan secara komersial dan menghasilkan nilai tambah.
Rariya menyatakan perusahaan berkomitmen mendukung penguatan rantai pasok, membuka peluang investasi, dan meningkatkan daya saing industri nasional melalui pengembangan material maju serta hilirisasi teknologi.
Rencana proyek itu melanjutkan upaya Krakatau Steel membangun ekosistem material maju nasional. Pada Juli 2026, perusahaan menandatangani nota kesepahaman pengembangan material maju bersama MIND ID, Defend ID, dan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), untuk memperkuat rantai nilai dari sektor hulu hingga manufaktur bernilai tambah tinggi.
Pada bulan yang sama, Krakatau Steel juga menandatangani nota kesepahaman dengan Steel Authority of India Limited mengenai rencana pengembangan baja tahan karat. Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian kunjungan Perdana Menteri India ke Indonesia.
Dalam pembukaan DTIIF 2026, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menekankan kemitraan jangka panjang, mobilisasi modal dan keahlian global, serta tindak lanjut kolaborasi menjadi inisiatif konkret yang berkelanjutan. Menurut laporan yang sama, forum itu memiliki tiga ambisi: memperkuat kemitraan jangka panjang, menggerakkan modal dan keahlian global untuk proyek strategis, serta mendorong kolaborasi menjadi inisiatif berkelanjutan.