
BSKDN Gelar Presentasi Penilaian IGA 2026
14 menit yang lalu
KSSK menilai stabilitas keuangan terjaga pada kuartal ketiga, tetapi tekanan meningkat sejak Oktober.
Terbit · 1 min read

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga sepanjang kuartal ketiga 2026. Menurut laporan ANTARA, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan hasil asesmen tersebut dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Suahasil mengatakan ketahanan perekonomian domestik tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap solid dan intermediasi keuangan yang terjaga. Ia menyebut koordinasi dan sinergi kebijakan antarotoritas turut mendukung kondisi itu.
Namun, KSSK mencermati tekanan terhadap perekonomian Indonesia meningkat sejak Oktober 2026. Menurut laporan yang sama, Suahasil mengaitkan tekanan tersebut dengan eskalasi konflik geopolitik yang mendorong kenaikan harga energi global serta kebijakan moneter sejumlah negara yang cenderung ketat.
Dari dalam negeri, KSSK menyoroti pengetatan likuiditas. Perkembangan pasar saham yang dipengaruhi pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah juga menjadi perhatian.
KSSK turut mencermati peningkatan arus modal keluar dari pasar saham. Suahasil mengatakan, “Pengumuman MSCI terkait kondisi pasar saham itu juga mewarnai kondisi ekonomi kita. Meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar juga menyebabkan terjadinya peningkatan arus modal keluar dari pasar saham,” seperti dikutip ANTARA.
Meski menghadapi tekanan, KSSK menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menopang stabilitas sistem keuangan. KSSK juga menilai respons kebijakan yang adaptif berperan menjaga ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Ke depan, KSSK akan melakukan asesmen berorientasi ke depan terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan untuk mengantisipasi risiko yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional. KSSK menyatakan akan memperkuat kerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk memitigasi dampak rambatan risiko global.