
Dradjad Minta Investor Mengutamakan Analisis Data
11 menit yang lalu
Sebanyak 57 pemerintah daerah memaparkan inovasi unggulan dalam penilaian IGA 2026.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri menggelar presentasi kepala daerah untuk penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026. Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mengatakan ajang itu mendorong pemerintah daerah mengembangkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Kegiatan berlangsung pada 3–5 November 2026 secara virtual, dengan pusat pelaksanaan di Pusat Kendali BSKDN dan Ruang Konferensi Video BSKDN Kemendagri, Jakarta. ANTARA mengutip keterangan Wiyagus yang disampaikan di Jakarta pada Selasa (3/11/2026).
Wiyagus mengatakan keberhasilan inovasi perlu dinilai dari perubahan nyata dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan daya saing daerah. Ia menyatakan, "Inovasi bukan sekadar aplikasi baru, kegiatan baru, atau perubahan nama program. Inovasi adalah cara baru yang lebih efektif untuk menghasilkan nilai publik," ujarnya.
Ia juga menekankan peran inovasi daerah dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8 persen pada 2029. Pemerintah daerah, menurutnya, perlu merancang terobosan sesuai potensi dan karakteristik wilayah masing-masing.
Terobosan yang disebut Wiyagus antara lain penguatan industri pengolahan, peningkatan produktivitas pertanian dan perikanan, perluasan investasi, pengembangan ekonomi kreatif, serta peningkatan akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.
Ia mengingatkan peningkatan pendapatan asli daerah perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang produktif. Optimalisasi penerimaan, menurut Wiyagus, dapat dilakukan melalui pendataan akurat, perbaikan administrasi, perluasan basis penerimaan, dan peningkatan pelayanan tanpa membebani masyarakat kecil.
Pelaksana Tugas Kepala BSKDN Raden Gani Muhamad menjelaskan presentasi tersebut merupakan tahap ketiga penilaian IGA 2026. Sebanyak 57 pemerintah daerah mengikuti kegiatan, terbagi dalam enam regional dan satu klaster daerah perbatasan; daerah dengan capaian Indeks Inovasi Daerah tertinggi di tiap regional dan klaster mendapat kesempatan memaparkan inovasi.
Setiap daerah diminta memaparkan strategi penguatan ekosistem inovasi serta dua inovasi unggulan, masing-masing satu digital dan satu nondigital. Tema wajib mencakup pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan asli daerah, penurunan pengangguran, atau pengentasan kemiskinan, sedangkan tema pilihan berasal dari urusan pelayanan dasar.
Menurut laporan yang sama, penilaian melibatkan 30 tim dari 26 instansi, termasuk kementerian/lembaga, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan media. Raden Gani mengatakan keterlibatan beragam unsur itu ditujukan agar penilaian objektif dan komprehensif serta mempertimbangkan berbagai perspektif.