
Bank Raya Catat Laba Rp21 Miliar pada Kuartal Ketiga
16 menit yang lalu
Laba bersih PaninBank naik tipis, sementara kredit konsolidasi hampir tidak berubah.
Terbit · 1 min read

PT Bank Pan Indonesia Tbk. atau PaninBank membukukan laba bersih konsolidasi Rp2,26 triliun pada kuartal ketiga 2026, naik dari Rp2,19 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut laporan CNBC Indonesia, kenaikan itu sejalan dengan penurunan beban bunga dan membaiknya marjin bunga bersih.
Berita dari Jakarta ini menyebut total kredit konsolidasi PaninBank mencapai Rp142,36 triliun, atau tumbuh 0,4 persen. Pertumbuhan kredit masih terbatas.
Presiden Direktur PaninBank Herwidayatmo mengatakan bank berupaya menurunkan biaya dana dengan memperbaiki komposisi dana pihak ketiga. Beban bunga turun 5,8 persen menjadi Rp4,81 triliun, sementara marjin bunga bersih naik dari 4,24 persen menjadi 4,39 persen.
Giro tumbuh 1,56 persen menjadi Rp13,55 triliun hingga September 2026, sedangkan deposito yang berbiaya lebih tinggi turun 5,91 persen. Porsi dana murah naik menjadi 40,9 persen dari 40,0 persen pada Desember 2025.
Dalam keterangannya, Herwidayatmo mengatakan, “Kami berharap Giro dan Tabungan terus tumbuh sehingga NIM dapat terus membaik,” dalam keterangan yang dikutip Jumat (30/10/2026).
Pertumbuhan kredit masih terbatas karena permintaan kredit belum sepenuhnya pulih, pelaku usaha masih menunggu perkembangan, serta suku bunga kredit relatif masih tinggi. Per 30 September 2026, rasio kredit terhadap dana pihak ketiga tercatat 90,06 persen.
Modal PaninBank tercatat Rp54,26 triliun dan rasio kecukupan modal sebesar 36,65 persen, turun dari 37,45 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah bruto membaik menjadi 3,04 persen dari 3,16 persen, sedangkan rasio neto tercatat 1,13 persen.
Total aset konsolidasi mencapai Rp232,66 triliun, naik 2,7 persen dibandingkan Rp226,64 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.