
Laporan: Warga Indonesia Optimistis terhadap Kecerdasan Buatan
16 menit yang lalu
Laporan menilai permintaan Tiongkok membuka peluang ekspor, sementara keterbukaan global menghadapi tekanan.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA yang bersumber dari Xinhua, sebuah laporan tentang pengembangan kapasitas ekspor menyebut Tiongkok kian berperan sebagai pusat produksi dan sumber permintaan global. Laporan itu menilai kapasitas negara tersebut untuk menyerap barang dari berbagai negara terus meningkat.
Laporan tersebut dirilis pada Kamis (5/11/2026) di Shanghai, Tiongkok timur, dalam Forum Ekonomi Internasional Hongqiao kesembilan. Forum itu digelar sebagai bagian dari Pameran Impor Internasional Tiongkok kesembilan yang baru dibuka.
Menurut laporan yang sama, kenaikan pendapatan rumah tangga dan pergeseran konsumsi menuju barang serta jasa berkualitas lebih tinggi memberi ruang bagi peningkatan impor produk premium, teknologi canggih, dan jasa.
Komposisi impor Tiongkok, menurut laporan itu, kini lebih beragam dibandingkan sebelumnya yang sangat didominasi barang manufaktur. Impor juga mencakup produk industri, energi, bahan baku, dan komoditas pertanian.
Laporan tersebut menyebut permintaan Tiongkok atas barang manufaktur kelas atas dan komoditas primer dapat menjadi pasar bagi perekonomian pada berbagai tahap pembangunan. Dokumen itu disusun Institut Ekonomi dan Politik Dunia di bawah Akademi Ilmu Sosial Tiongkok bersama Divisi Perdagangan Internasional dan Komoditas UNCTAD.
Kajian itu menilai kinerja ekspor 10 mitra dagang Tiongkok, termasuk Kolombia, Kenya, Spanyol, Thailand, dan Inggris. Laporan tersebut juga mengkaji potensi mereka di pasar Tiongkok serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan ekspor.
Forum yang sama turut meluncurkan Laporan Keterbukaan Dunia 2026. Laporan itu memperingatkan keterbukaan global menghadapi tekanan akibat proteksionisme perdagangan, konflik geopolitik yang meluas, dan perubahan mendalam pada rantai industri global.
Pada 2025, Indeks Kebijakan Keterbukaan Global tercatat 0,7448, turun 1,09 persen secara tahunan. Indeks Kinerja Keterbukaan turun 0,9 persen menjadi 0,7458, membalikkan pemulihan yang tercatat pada 2023 dan 2024, menurut laporan tersebut.