
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda
11 menit yang lalu
Tiga prajurit TNI AD gugur dalam kecelakaan helikopter saat menjalankan misi pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah.
Terbit · 1 min read

Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga personel TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang bertugas menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Menurut laporan ANTARA, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan belasungkawa tersebut dalam keterangan di Jakarta.
Ketiga prajurit gugur dalam kecelakaan helikopter TNI AD di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026). Mereka sedang menjalankan misi pemadaman karhutla.
Ketiga personel itu adalah Letkol CPN (Anm.) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anm.) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sertu (Anm.) Heri Prasetyo. Prasetyo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian penuh kepada petugas penanganan karhutla, termasuk kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan.
Prasetyo mengatakan, sesuai petunjuk Presiden, pemerintah diminta memberikan perhatian kepada keluarga dan anak-anak prajurit yang gugur. Ia juga menyatakan pemerintah terus berupaya memadamkan karhutla meskipun petugas menghadapi risiko tinggi.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (5/11/2026), terdapat 1.468 titik api karhutla yang tersebar di enam provinsi. Wilayah yang menjadi perhatian meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Papua Selatan.
Laporan yang sama menyebut aktivitas kebakaran di sejumlah wilayah masih meningkat dan membutuhkan penanganan intensif. BNPB menjelaskan pemadaman menghadapi kendala, terutama kebakaran di lahan gambut; kondisi lahan, arah angin, dan ketersediaan sumber air turut memengaruhi efektivitas pemadaman serta menyulitkan petugas menjangkau lokasi.
Prasetyo mengatakan pemerintah bekerja serius menangani karhutla dan petugas bekerja siang malam mempertaruhkan jiwa, termasuk prajurit TNI yang melakukan pemadaman dengan pengeboman air.
Pemerintah juga mengapresiasi petugas, relawan, dan pihak lain yang membantu memantau serta mengantisipasi persebaran titik api dan mendukung pemadaman karhutla di lapangan.