
Pierce Brosnan Dukung Callum Turner sebagai Bond
14 menit yang lalu
LPEM FEB UI memperkirakan pertumbuhan resmi lebih tinggi daripada pertumbuhan yang dirasakan masyarakat.
Terbit · 1 min read

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,28 persen secara tahunan pada kuartal ketiga 2026. Menurut laporan ANTARA, perkiraan itu disampaikan Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky dalam laporan Indonesia Economic Outlook 2027 di Jakarta.
LPEM FEB UI memperkirakan pertumbuhan resmi berada pada kisaran 5,25 hingga 5,30 persen secara tahunan. Lembaga itu juga memproyeksikan pertumbuhan yang dirasakan masyarakat sebesar 4,74 persen, dengan rentang 4,72 hingga 4,76 persen secara tahunan.
Riefky menjelaskan bahwa LPEM FEB UI membedakan proyeksi angka pertumbuhan resmi dari proyeksi pertumbuhan yang dirasakan masyarakat. Menurut perumpamaan yang ia sampaikan, perbedaan keduanya serupa dengan suhu aktual dan suhu yang dirasakan.
Proyeksi tersebut mempertimbangkan sejumlah indikator makroekonomi terbaru. Rata-rata Indeks Keyakinan Konsumen pada kuartal ketiga 2026 tercatat 117,8, turun dari 120,6 pada kuartal sebelumnya.
LPEM FEB UI mencatat penurunan kepercayaan konsumen terutama terjadi pada rumah tangga berpengeluaran rendah. Pada kelompok dengan pengeluaran Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan, rata-rata indeks itu turun 4,7 poin menjadi 107,4.
Pertumbuhan kredit konsumsi juga melambat menjadi 5,22 persen pada kuartal ketiga, dari 5,92 persen pada kuartal sebelumnya. Menurut laporan yang sama, kondisi tersebut mengindikasikan permintaan kredit rumah tangga relatif tertahan.
Di sisi lain, belanja pemerintah dan investasi masih menopang aktivitas ekonomi. Belanja negara pada kuartal ketiga tumbuh 21,18 persen secara tahunan menjadi Rp1.004,5 triliun, sementara realisasi investasi mencapai Rp528,7 triliun.
Untuk sepanjang 2026, LPEM FEB UI memproyeksikan ekonomi tumbuh 5,39 persen, lalu melambat menjadi 5,25 persen pada 2027. Pertumbuhan yang dirasakan masyarakat diperkirakan sebesar 4,77 persen pada 2026 dan 4,90 persen pada 2027.