
Bawaslu Jajaki AI untuk Pengawasan Pemilu
23 menit yang lalu
Pembiayaan perlu mendorong produktivitas dan perkembangan usaha, disertai pendampingan serta pengelolaan yang baik.
Terbit · 1 min read

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman menegaskan pembiayaan bagi UMKM perlu berorientasi pada peningkatan produktivitas dan perkembangan usaha, bukan sekadar besarnya kredit yang disalurkan. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, pada Kamis (29/10/2026).
Maman mengatakan keberhasilan kredit program pemerintah perlu dinilai dari dampaknya bagi pelaku usaha. Ia menyebut UMKM menyumbang sekitar 61 persen terhadap produk domestik bruto dan menyerap sekitar 95–97 persen tenaga kerja.
Menurut Maman, dukungan pembiayaan perlu membantu UMKM mengembangkan usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing. Pemerintah, katanya, perlu menyesuaikan kredit dengan kebutuhan serta kemampuan masing-masing pelaku usaha.
Akses pembiayaan formal masih terkendala pencatatan keuangan dan literasi keuangan yang belum memadai pada sebagian pelaku UMKM. Sebagian pelaku usaha juga belum memiliki informasi usaha yang dibutuhkan lembaga pembiayaan untuk menilai kelayakan kredit.
Di sisi lain, lembaga penyalur pembiayaan menghadapi tantangan memperoleh data usaha yang akurat dan merancang skema kredit sesuai karakteristik UMKM. Kondisi tersebut membuat pendampingan menjadi bagian penting dari kebijakan pembiayaan.
“Usaha mikro kecil dan menengah membutuhkan pendampingan dalam memanfaatkan kredit yang diperoleh,” ujar Maman. Ia mengatakan pelaku usaha perlu dibekali kemampuan mengelola modal agar pembiayaan bermanfaat bagi keberlanjutan bisnis.
Untuk mendukung kebutuhan itu, Kementerian UMKM mengembangkan platform digital Sapa UMKM. Platform tersebut mengintegrasikan layanan peningkatan kapasitas usaha, legalitas, sertifikasi, digitalisasi, pembiayaan, dan akses pasar.
Pemerintah juga berupaya menghubungkan layanan itu dengan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota. Maman menilai pencatatan keuangan yang tertib dan rekam jejak bisnis yang baik dapat membantu meningkatkan kepercayaan lembaga pembiayaan.
“Rekam jejak usaha yang baik akan membantu meningkatkan kepercayaan lembaga pembiayaan, sekaligus memperluas kesempatan bagi usaha mikro, kecil dan menengah untuk naik kelas lebih cepat,” katanya. Maman berharap kolaborasi pemerintah dan lembaga keuangan menghasilkan pembiayaan yang berdampak bagi UMKM dan membantu produk serta layanan usaha menjangkau pasar domestik maupun global.