
ABPEDNAS dan Pemprov Sulut Perkuat Sinergi Desa
9 menit yang lalu
Dukungan regional dinilai sejalan dengan upaya memperkuat transparansi, penegakan hukum, dan likuiditas pasar modal Indonesia.
Terbit · 1 min read

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi dukungan ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) terhadap reformasi pasar modal Indonesia, terutama dalam peningkatan transparansi, penguatan penegakan hukum, dan likuiditas. Menurut laporan ANTARA, Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan OJK Agus E. Siregar menyebut dukungan itu sebagai pengakuan regional atas langkah reformasi Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta pada Kamis (29/10/2026). Tanggal itu merujuk pada tanggal terbit laporan ANTARA; sumber tidak menyebut tanggal penyampaian keterangan secara terpisah.
Agus mengatakan OJK akan melanjutkan agenda reformasi secara konsisten melalui penguatan tata kelola, peningkatan keterbukaan informasi, efektivitas pengawasan dan penegakan hukum, serta pengembangan struktur pasar yang lebih transparan, likuid, dan efisien.
Menurut Agus, langkah-langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat perlindungan investor, meningkatkan kepercayaan pelaku pasar, dan menjaga perkembangan pasar modal Indonesia agar sejalan dengan praktik terbaik serta standar internasional.
Menurut laporan yang sama, ACMF merupakan forum regulator pasar modal yang melibatkan 11 negara anggota ASEAN. OJK berpartisipasi dalam seluruh kelompok kerja dan pertemuan tingkat tinggi forum tersebut.
Dalam pernyataan resminya, ACMF mendukung reformasi strategis yang dijalankan Indonesia dan mengakui kemajuan reformasi regulasinya. Forum itu juga menyebut Indonesia sebagai salah satu anggota penting dalam kerja sama regulator pasar modal ASEAN, menurut laporan yang sama.
Menurut laporan yang sama, pertemuan ACMF turut membahas perkembangan pelaksanaan Rencana Aksi ACMF 2026–2030. Agenda tersebut mencakup konektivitas pasar modal, keuangan berkelanjutan, tata kelola perusahaan, pasar modal syariah, serta kerja sama pengawasan dan penegakan hukum.
Untuk memperkuat konektivitas pasar, ACMF melanjutkan inisiatif Panduan Penerbitan Resi Depositori, peta jalan pencatatan lintas negara ASEAN, indeks ASEAN, dan skema investasi kolektif ASEAN, menurut laporan yang sama. Inisiatif itu diarahkan untuk memperluas akses investasi lintas negara; OJK menyatakan akan terus berpartisipasi dalam kerja sama regional tersebut.