
KTP dan Risiko Penyalahgunaan untuk Beli Mobil
17 menit yang lalu
Koordinasi pemerintah diarahkan untuk menyelaraskan statistik industri dan mendorong pemanfaatan kapasitas produksi.
Terbit · 1 min read

Pemerintah memperkuat koordinasi untuk menyempurnakan pencatatan statistik industri menjelang pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal ketiga 2026. Menurut laporan CNBC Indonesia, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyebut data industri diperlukan untuk mengenali sumber pertumbuhan dan menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Dradjad membahas penyelarasan data bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji di Jakarta, Senin (26/10/2026). Pengumuman pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2026 dijadwalkan pada awal November.
Dradjad mengatakan, pemerintah mengidentifikasi potensi pertumbuhan industri, antara lain di sektor makanan dan minuman serta agro, termasuk kegiatan di kawasan industri dan kawasan berikat. Ia menyampaikan hal itu dalam keterangan pers setelah pertemuan.
Penyelarasan statistik, menurut Dradjad, merupakan bagian dari upaya membangun satu data nasional. Data tersebut dapat digunakan untuk memetakan perkembangan ekonomi, mengidentifikasi potensi pertumbuhan, dan menentukan intervensi kebijakan.
Koordinasi pemerintah juga membahas peluang pertumbuhan sektor industri dan sektor pendukungnya. Laporan yang sama menyebut pemerintah menyoroti peran daerah dalam mendorong pertumbuhan melalui investasi dan kegiatan ekonomi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah.
Dradjad menilai data statistik perlu dikaitkan dengan kebijakan agar pemerintah dapat mengenali persoalan ekonomi dan menentukan penanganan yang sesuai. Data itu juga dinilai membantu menggambarkan kondisi ekonomi, termasuk daya beli masyarakat dan potensi industrialisasi.
Dari sisi industri, pemerintah melihat peningkatan aktivitas di sektor industri dan sektor pendukungnya sebagai peluang untuk mendorong ekspansi. Kenaikan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru juga dinilai dapat dimanfaatkan, antara lain dengan meningkatkan pemanfaatan kapasitas produksi.
Dradjad membandingkan upaya itu dengan intensifikasi pertanian, perbaikan irigasi, dan penyediaan pupuk yang menurutnya membantu mendorong pertumbuhan sektor pertanian. Ia menyatakan peningkatan pemanfaatan kapasitas dapat menjadi pendekatan serupa di sektor industri; pertemuan tersebut juga dihadiri pejabat dari Kementerian Perindustrian, BPS, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.