
Fico Tolak Pinjaman Uni Eropa untuk Ukraina
9 menit yang lalu
Pemerintah ingin meningkatkan hasil sawit melalui intensifikasi, dari sekitar 2 ton menjadi 4 ton per hektare.
Terbit · 1 min read

Pemerintah berupaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit nasional dari sekitar 2 ton menjadi 4 ton per hektare melalui intensifikasi lahan. Menurut laporan CNN Indonesia, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyebut peningkatan hasil itu masih dapat dilakukan.
Hanif menyampaikan hal tersebut di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Jumat (6/11/2026). Ia mengatakan Indonesia memiliki sekitar 17 juta hektare perkebunan sawit.
“Kita punya 17 juta hektare kebun sawit, yang produktivitasnya masih 2 ton per hektare, yang tentu bisa sampai ke 4 ton ya,” kata Hanif, seperti dikutip CNN Indonesia.
Menurut Hanif, peningkatan produktivitas sawit menjadi salah satu upaya untuk mendukung pengembangan bahan baku energi dari komoditas perkebunan. Pemerintah, katanya, masih memiliki ruang untuk meningkatkan hasil melalui intensifikasi.
“Jadi masih banyak upaya untuk itu, untuk intensifikasi,” ujarnya.
Hanif juga menyinggung pengembangan tebu untuk mendukung rencana penyediaan bahan baku etanol. Berbeda dengan sawit yang telah memiliki perkebunan, pengembangan tebu masih memerlukan pembahasan teknis lintas kementerian.
Pemerintah sedang mengevaluasi pemanfaatan lahan terdegradasi untuk pengembangan komoditas tersebut. Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan agar pengembangan kawasan tidak dilakukan dengan mengonversi hutan alam, sehingga pemerintah masih memetakan dan memverifikasi lahan sebelum menetapkan lokasi.