
Cristiano Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal
14 menit yang lalu
Bantuan beras untuk tiga bulan disalurkan sekaligus, sementara pemerintah menyiapkan langkah stabilisasi harga pangan.
Terbit · 2 min read

Pemerintah mulai menyalurkan bantuan pangan berupa total 30 kilogram beras kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) untuk periode Oktober hingga Desember 2026. Menurut laporan CNN Indonesia, bantuan itu ditujukan untuk membantu kebutuhan pokok dan meringankan pengeluaran rumah tangga di tengah potensi musim paceklik.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memantau percepatan penyaluran pada 3-4 November 2026 di Kelurahan Lubuk Buaya, Kota Padang; Kelurahan Baloi Permai, Kota Batam; serta Kecamatan Kertapati, Kota Palembang.
Pemerintah menyiapkan hampir 1 juta ton beras untuk keluarga dalam kelompok desil 1 hingga 4. Setiap keluarga mendapat 10 kilogram per bulan, atau 30 kilogram untuk tiga bulan, yang disalurkan sekaligus.
Zulkifli mengatakan bantuan itu merupakan perlindungan sosial untuk menjaga akses masyarakat terhadap pangan pokok dan meringankan pengeluaran rumah tangga selama musim paceklik.
Sejumlah penerima di Palembang menyampaikan bantuan tersebut membantu kebutuhan keluarga. Murni, 49 tahun, mengatakan keluarganya mengonsumsi sekitar 20 kilogram beras per bulan; penerima lain, Lia, 32 tahun, menilai beras yang diterimanya berkualitas baik dan layak dikonsumsi.
Program tersebut merupakan tindak lanjut Direktif Presiden melalui Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B-182/M/SDK/KI.00/09/2026 tertanggal 29 September 2026. Arahan itu meminta penyaluran bantuan pangan untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
Selain bantuan beras, pemerintah menyiapkan tiga langkah untuk mengantisipasi tekanan harga pangan dan menjaga keterjangkauan bahan pokok. Langkah pertama ialah menyalurkan tambahan 1 juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan dengan harga Rp12.500 per kilogram.
Langkah berikutnya mencakup pelelangan sekitar 380 ribu ton beras BULOG yang berusia lebih dari satu tahun dengan harga Rp11.000 per kilogram untuk bahan baku industri pangan dan UMKM, serta pelepasan 150 ribu ton stok jagung BULOG seharga Rp5.500 per kilogram bagi peternak mikro, kecil, dan menengah. Beras itu dapat diolah menjadi produk seperti tepung, kue, dan bihun dengan memperhatikan mutu serta keamanan pangan; pemerintah menyatakan akan memperkuat koordinasi dan mengantisipasi risiko pasokan maupun harga.